Suasana di lokasi pertemuan terlihat serius namun penuh harapan, di mana beberapa pejabat daerah dan pusat berkumpul untuk membahas detail alokasi anggaran serta perencanaan program pemulihan. Bapak Andre Rosiade, anggota DPR RI yang hadir, menyampaikan bahwa anggaran tersebut difokuskan pada sektor infrastruktur vital seperti pembangunan kembali jalan, jembatan, serta perbaikan jaringan sumber daya air. “Total anggaran infrastruktur yang disiapkan untuk Sumatera Barat mencapai Rp18,3 triliun, dengan porsi signifikan dialokasikan untuk sektor sumber daya air dan pemulihan wilayah terdampak bencana,” ujarnya saat memberikan keterangan pers.
Rencana penggunaan anggaran ini mencakup beberapa sektor strategis guna memastikan bahwa kehidupan masyarakat Sumbar dapat kembali normal dalam waktu secepat mungkin. Selain perbaikan fisik, dana tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas mitigasi bencana agar masyarakat lebih siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa mendatang. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap dampak bencana yang luas serta teguran terhadap perlunya kesiapsiagaan daerah yang lebih tangguh.
Respons masyarakat terhadap pengumuman alokasi anggaran ini terpantau positif, meskipun masih terdapat kekhawatiran di beberapa komunitas terdampak terkait proses pelaksanaan di lapangan. Pemerintah daerah bersama unsur masyarakat sipil menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dalam proses pemulihan demi mencapai hasil yang adil dan transparan. Berbagai pihak juga diharapkan turut memantau serta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program ini.
Dengan ketersediaan anggaran yang besar tersebut, diharapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan secara terkoordinasi dan efektif. Pemerintah menegaskan bahwa komitmen terhadap pemulihan Sumatera Barat tidak hanya bersifat jangka pendek tetapi juga jangka panjang, guna memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di masa depan.
Sumber: Humas Sumbar



