Kabasurau.co.id: Agam, Sumatera Barat, 9 Januari 2026 — TNI Angkatan Darat (TNI-AD) telah menyelesaikan pembangunan satu unit jembatan Bailey di Jorong Aia Taganang, Nagari Matur, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), guna memulihkan akses masyarakat yang terputus akibat bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025. Jembatan ini dibangun sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di daerah yang terdampak.
Pembangunan jembatan Bailey berlangsung intensif sejak awal Januari 2026 dan direncanakan akan rampung pada Minggu (25/1/2026). Jembatan ini menggantikan jembatan permanen yang hancur akibat banjir bandang, sehingga kini kembali dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, memperlancar mobilitas warga serta distribusi bantuan dan logistik.
“Keberadaan jembatan Bailey ini sangat penting bagi masyarakat setempat karena membuka kembali jalur antara Kecamatan Matur dan Palupuh yang sempat terputus, sehingga memudahkan kegiatan sehari-hari serta arus barang kebutuhan pokok,” kata Bapak Iggoy el Fitra, pewarta yang melaporkan langsung dari lokasi, saat berbincang dengan warga setempat di Agam.
Warga setempat menyatakan apresiasi atas penyelesaian pembangunan jembatan tersebut. Ibu Hasanah, seorang pedagang di Nagari Matur, menyebut bahwa jembatan sementara ini sangat membantu kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat yang sebelumnya terhambat karena putusnya akses jalan. “Alhamdulillah, sekarang anak-anak bisa kembali sekolah dan pedagang bisa membawa dagangan tanpa harus memutar jauh,” ujarnya saat melintas di jembatan.
TNI-AD bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Agam dan BPBD Sumatera Barat dalam koordinasi lapangan untuk pembangunan jembatan ini. Keberhasilan pembangunan jembatan ini menjadi bagian penting dari pemulihan infrastruktur strategis yang mendukung aktivitas harian warga desa dan konektivitas antar-desa di daerah tersebut.
Selain fungsi transportasi, jembatan Bailey juga menjadi simbol kebangkitan pascabencana bagi masyarakat lokal. Warga berharap kehadiran jembatan ini menjadi langkah awal bagi pemulihan infrastruktur lain yang rusak akibat bencana alam serta memperkuat ketahanan sosial-ekonomi provinsi yang masih berupaya bangkit setelah cuaca ekstrem melanda akhir tahun lalu.
Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, diharapkan masyarakat di Kabupaten Agam dan sekitarnya dapat kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara normal, sekaligus mendorong proses rehabilitasi pascabencana di Sumatera Barat berjalan lebih cepat dan lebih mulus.
Sumber: Info sumbar



