Bapak Ridwan Hakim, Menteri Perhubungan, mengatakan, “Kami memproyeksikan 144 juta orang akan melakukan mudik pada Lebaran 2026. Oleh karena itu, seluruh moda transportasi harus siap untuk menampung lonjakan penumpang, baik darat, laut, maupun udara.” Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Kemenhub Jakarta, Jumat pagi, 20 Februari 2026.
Suasana kantor Kemenhub pagi itu dipenuhi jajaran pejabat dan staf yang tengah menyiapkan laporan kesiapan sarana transportasi. Bapak Ridwan menambahkan bahwa pemerintah akan mengaktifkan posko pengaturan lalu lintas, fasilitas kesehatan, dan layanan darurat di jalur-jalur utama mudik. Petugas juga akan memantau kepadatan lalu lintas dan memastikan tidak terjadi gangguan berarti pada perjalanan pemudik.
Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan jauh-jauh hari dan tetap memperhatikan protokol keselamatan. Peningkatan kapasitas angkutan, perbaikan jalan, serta penyediaan informasi real-time diharapkan dapat meminimalkan risiko kemacetan dan kecelakaan. Pemerintah menekankan bahwa koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci sukses kelancaran arus mudik.
Penutup: Proyeksi 144 juta pemudik Lebaran 2026 menegaskan pentingnya persiapan transportasi dan koordinasi pemerintah. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan seluruh pemudik dapat menempuh perjalanan dengan aman, nyaman, dan tertib.
Sumber: CNN Indonesia



