Kabasurau.co.id: Padang — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat langkah mitigasi bencana menyusul meningkatnya intensitas hujan pada pertengahan Februari 2026. Upaya tersebut dilakukan sebagai respons atas peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan. Sejumlah daerah rawan longsor dan banjir menjadi fokus pengawasan pemerintah daerah.
Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Minggu (15/2/2026) di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Bapak Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa seluruh unsur penanggulangan bencana diminta siaga penuh. “Kami telah menginstruksikan BPBD kabupaten dan kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memastikan peralatan evakuasi dalam kondisi siap digunakan,” ujar Bapak tersebut dalam suasana rapat yang berlangsung tertutup. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat melaporkan adanya peningkatan debit air di sejumlah sungai di wilayah pesisir dan perbukitan. Tim reaksi cepat telah disiagakan di daerah rawan seperti Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan. Pemerintah juga mengaktifkan posko pemantauan cuaca guna memberikan informasi secara real time kepada masyarakat.
Bapak Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat menjelaskan bahwa koordinasi dengan BMKG terus dilakukan untuk memantau perkembangan cuaca harian. “Kami meminta masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi pergerakan tanah atau kenaikan debit air yang signifikan,” ujarnya pada Minggu sore di Padang. Ia juga mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di daerah lereng saat hujan deras.
Selain kesiapsiagaan teknis, pemerintah daerah turut mengedukasi masyarakat mengenai langkah mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing. Kegiatan gotong royong membersihkan saluran air dan memastikan jalur evakuasi tidak terhalang menjadi bagian dari upaya pencegahan. Peran aktif masyarakat dinilai penting dalam meminimalkan risiko bencana.
Dengan peningkatan koordinasi lintas instansi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimistis potensi dampak bencana dapat ditekan. Kesiapsiagaan yang terstruktur dan respons cepat diharapkan mampu melindungi warga dari ancaman cuaca ekstrem selama puncak musim hujan berlangsung. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap upaya perlindungan dan keselamatan masyarakat.
Sumber: kompas.com



