Kejadian kebakaran dilaporkan terjadi pada pagi hari saat aktivitas di lingkungan sekolah belum berlangsung secara penuh. Api diduga berasal dari kompor gas yang berada di dalam kantin, kemudian membesar dan menghanguskan bangunan kantin. Asap tebal terlihat membumbung dari lokasi kejadian dan menarik perhatian warga di sekitar.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat sehingga tidak merambat ke bangunan lain di lingkungan sekolah. Proses pemadaman juga disertai dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan. Selain itu, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Suasana di lokasi kejadian sempat dipenuhi warga yang menyaksikan proses pemadaman. Pihak sekolah bersama petugas memastikan area dalam kondisi aman sebelum aktivitas kembali dilakukan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan peralatan yang berpotensi memicu kebakaran.
Sumber: Padang Ekspres



