Dalam suasana peresmian pembangunan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco yang berlangsung di Aceh pada awal pekan, Bapak Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan menutup-nutupi kondisi global yang penuh ketidakpastian. Ia menegaskan pentingnya sikap jujur dan kesiapan nasional dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul. “Kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan. Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan,” ujar Bapak Prabowo dalam pidato resminya di hadapan para undangan.
Lebih lanjut, dalam kegiatan yang sama, Bapak Prabowo menekankan bahwa keberanian dalam menghadapi tantangan menjadi kunci utama dalam situasi global saat ini. Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak akan berpura-pura seolah tidak ada masalah, melainkan akan berupaya mencari solusi nyata. “Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan,” tegasnya dalam suasana pidato yang berlangsung khidmat.
Selain itu, Bapak Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk menghadapi situasi global yang tidak menentu. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan segera memberikan penjelasan atau taklimat kepada seluruh rakyat Indonesia mengenai kondisi dunia saat ini. Menurutnya, langkah tersebut penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang utuh terhadap dinamika global.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Prabowo menjelaskan bahwa konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah telah menimbulkan dampak luas bagi banyak negara. Ia menyebut bahwa guncangan global yang terjadi dapat berpengaruh pada berbagai sektor, termasuk ekonomi dan stabilitas geopolitik. Oleh karena itu, pemerintah menilai perlu adanya kesiapan nasional dalam menghadapi kemungkinan dampak tersebut.
Tidak hanya itu, dalam suasana yang sama, Bapak Prabowo juga menegaskan peran penting Tentara Nasional Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara. Ia menyebut bahwa TNI merupakan salah satu pilar utama Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selalu hadir untuk rakyat. “NKRI, di mana Tentara Nasional Indonesia adalah salah satu pilar utama, telah membuktikan kepada seluruh rakyat bahwa TNI adalah tentara rakyat,” ujar Bapak Prabowo.
Situasi geopolitik dunia yang semakin tidak stabil, menurut Bapak Prabowo, menuntut setiap negara untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menilai bahwa potensi gangguan terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan kawasan harus diantisipasi sejak dini. Dalam konteks tersebut, kesiapan nasional menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan negara.
Sebagai penutup, Bapak Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadapi tantangan global dengan sikap terbuka dan langkah strategis. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam menghadapi situasi yang tidak menentu ini. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja sama antara pemerintah dan rakyat sangat penting dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan pembangunan nasional.
Sumber: Tribun News



