Dalam suasana peresmian 218 jembatan yang dilakukan secara hybrid dari Hambalang, Bogor, Bapak Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sumber energi alternatif yang melimpah. Ia menyebutkan berbagai komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu yang dapat diolah menjadi bahan bakar. Menurutnya, potensi tersebut menjadi kekuatan strategis dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Lebih lanjut, dalam kegiatan tersebut, Bapak Prabowo menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal untuk menghadapi tantangan global. Ia menyampaikan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi gejolak energi akibat konflik internasional, termasuk di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Dalam pernyataannya di hadapan para pejabat dan undangan yang hadir, Bapak Prabowo juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan sumber daya energi. Ia menilai bahwa pengembangan energi berbasis tanaman dapat menjadi solusi jangka panjang yang berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mengurangi impor BBM, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dari sektor pertanian.
Selain sektor energi, dalam kesempatan yang sama, Bapak Prabowo turut menyinggung target pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Ia menegaskan bahwa beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia harus dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Bapak Prabowo juga menyampaikan bahwa kemandirian energi dan pangan merupakan dua pilar utama dalam memperkuat ketahanan nasional. Ia menilai bahwa kedua sektor tersebut harus berjalan beriringan agar Indonesia mampu menghadapi berbagai krisis global. Dalam konteks tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang mendukung produktivitas nasional.
Sebagai penutup, Bapak Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara yang mandiri dalam sektor energi dan pangan. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi upaya pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Sumber: Tribun News



