Kabasurau.co.id: MADRID — Pemerintah Spanyol menegaskan penolakannya terhadap permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer di wilayahnya dalam operasi yang berkaitan dengan konflik terhadap Iran. Pernyataan resmi tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Bapak Donald Trump, mengancam akan menghentikan seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol. Suasana politik di Madrid terpantau serius dengan meningkatnya perhatian media dan parlemen terhadap isu tersebut. Rabu, (4/3/2026).
Perdana Menteri Spanyol, Bapak Pedro Sánchez, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Moncloa, menegaskan bahwa setiap penggunaan fasilitas militer Spanyol harus sesuai dengan perjanjian bilateral dan hukum internasional. Ia menyatakan bahwa Spanyol tetap berkomitmen terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip stabilitas global. Pemerintahannya, menurut beliau, tidak akan mengambil langkah yang berpotensi memperluas konflik bersenjata.
Pangkalan militer yang menjadi sorotan adalah fasilitas gabungan di Rota dan Morón, yang selama ini digunakan dalam kerja sama pertahanan antara Madrid dan Washington. Kedua fasilitas tersebut memiliki peran strategis dalam operasi NATO dan mobilitas militer Amerika Serikat di kawasan Eropa serta Mediterania. Namun, pemerintah Spanyol menegaskan bahwa akses tambahan di luar kesepakatan awal memerlukan pertimbangan hukum dan politik yang matang.
Dalam pernyataannya, Bapak Sánchez menyampaikan bahwa keputusan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap hubungan bilateral dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa Spanyol tetap menghargai kemitraan strategis dengan Washington, tetapi kedaulatan nasional dan hukum internasional harus menjadi prioritas utama. Pernyataan itu disampaikan dengan nada tenang namun tegas di hadapan wartawan domestik dan internasional.
Sementara itu, sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa komunikasi diplomatik dengan Washington tetap berlangsung. Pemerintah Spanyol membuka ruang dialog untuk menjelaskan posisi hukumnya secara transparan. Mereka berharap ketegangan tidak berkembang menjadi krisis diplomatik yang lebih luas.
Di sisi lain, ancaman perdagangan yang dilontarkan dari Washington memicu perdebatan di kalangan parlemen Spanyol. Beberapa anggota legislatif menyerukan agar pemerintah tetap teguh mempertahankan prinsip hukum internasional. Mereka juga menilai pentingnya menjaga stabilitas hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Ketegangan ini menjadi ujian baru bagi hubungan bilateral kedua negara yang selama ini terjalin dalam kerangka kerja sama NATO. Meski perbedaan pandangan muncul dalam isu penggunaan pangkalan militer, kedua pihak masih memiliki kepentingan strategis yang saling terkait. Pemerintah Spanyol menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen terhadap diplomasi dan penyelesaian sengketa melalui jalur damai.
Sumber: CNN Indonesia



