Dalam sambutannya, Bapak Rano Karno menyampaikan bahwa DKI Jakarta memiliki keterbatasan lahan untuk produksi pangan. Ia menegaskan bahwa ibu kota lebih mengandalkan kekuatan fiskal dibandingkan sektor pertanian. “DKI Jakarta tidak punya lahan, Jakarta hanya mungkin punya fiskal,” ujar Bapak Rano Karno di hadapan para pejabat daerah dan tamu undangan yang hadir pada acara tersebut.
Lebih lanjut, Bapak Rano Karno menjelaskan bahwa kebutuhan beras di DKI Jakarta mencapai sekitar 80 ribu ton setiap bulan. Angka tersebut belum termasuk kebutuhan komoditas pangan lain seperti ikan, cabai, dan bahan pokok lainnya. Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai daerah penghasil pangan menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Bapak Rano Karno juga membuka peluang kerja sama lebih luas dengan Kota Pariaman. Ia menyebutkan bahwa selain beras, pihaknya siap menerima berbagai komoditas lain yang dapat diproduksi di daerah tersebut. “Untuk hari ini masih beras, namun jika ada cabai atau komoditas lainnya kami terima. Jakarta memerlukan dukungan dari pemerintah daerah manapun yang memungkinkan untuk kerja sama,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa DKI Jakarta selama ini mendatangkan berbagai komoditas pangan dari sejumlah daerah di Indonesia. Mulai dari garam hingga kebutuhan hewani seperti sapi, yang mencapai hampir 15 ribu ekor setiap periode. Menurutnya, apabila daerah seperti Pariaman mampu mengembangkan sektor peternakan, maka peluang kerja sama tersebut dapat diperluas.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Bapak Yota Balad, menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menilai kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan sektor pertanian di daerahnya. “Segala bentuk produk pertanian akan kami kirim kepada Jakarta,” kata Bapak Yota Balad dalam pernyataannya saat acara berlangsung.
Bapak Yota Balad juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada sektor pertanian, tetapi akan menjajaki peluang kerja sama di bidang lain. Salah satu sektor yang akan dikembangkan adalah pariwisata, sebagai bagian dari strategi peningkatan ekonomi masyarakat Kota Pariaman. Ia optimistis kerja sama lintas daerah ini mampu membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Kerja sama antara DKI Jakarta dan Pemkot Pariaman ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani dan pelaku usaha di daerah. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antardaerah dalam menjawab tantangan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Dengan semangat kebersamaan, kedua pihak berkomitmen untuk terus mengembangkan kerja sama yang berkelanjutan di masa mendatang.



