Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

135 KK Dievakuasi akibat Galodo di Malalak Timur, BPBD Agam Tingkatkan Penanganan Darurat

 

Kabasurau.co.id: Agam — Bencana galodo kembali melanda Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, pada Rabu (26/11/2025) sore dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mengevakuasi sebanyak 135 Kepala Keluarga (KK) ke sejumlah lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah.

BPBD Agam menyampaikan bahwa empat titik pengungsian telah beroperasi sejak Rabu malam. Lokasi tersebut meliputi Masjid Nurul Falah Limo Badak, Masjid Nurul Sa’adah Jorong Saskand, Masjid Nurul Iman Jorong Bukik Malanca, serta SDN 01 Campago. Keempat titik ini dipilih karena berada pada area aman dari potensi aliran material galodo dan memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung warga. Petugas gabungan ditempatkan di setiap titik untuk mendata kebutuhan warga serta memastikan kondisi mereka tetap stabil.

Kalaksa BPBD Agam, Bapak Rahmad Lasmono, menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan sepanjang Rabu malam hingga Kamis dini hari karena material banjir bandang terus mengalir dari kawasan hulu. “Hingga Rabu malam, sebanyak 135 KK telah mengungsi akibat galodo di Malalak Timur,” ujar Bapak Rahmad saat ditemui di Posko Induk BPBD Agam pada Kamis (27/11/2025) pagi. Beliau menjelaskan bahwa petugas BPBD bersama perangkat kecamatan, TNI–Polri, dan relawan masih terus melakukan penyisiran di lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

Sementara itu, Camat Malalak, Bapak Ulya Satar, mengonfirmasi bahwa galodo menerjang wilayah Jorong Toboh dan Subarang Pakan Usang sekitar pukul 16.00 WIB pada Rabu sore. Dalam laporannya kepada pimpinan, beliau menyebutkan bahwa aliran galodo membawa material lumpur, kayu, dan bebatuan berukuran besar sehingga menyebabkan kerusakan pada permukiman warga. “Assalamualaikum, izin melaporkan bencana galodo di Kecamatan Malalak pada hari ini, 26 November 2025, tepatnya di Jorong Toboh dan Subarang Pakan Usang,” ujar Bapak Ulya ketika memberikan keterangan dari lokasi kejadian yang saat itu masih diguyur hujan.

Bapak Ulya menambahkan bahwa masyarakat terdampak membutuhkan bantuan mendesak untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ia menjelaskan bahwa bantuan berupa makanan siap saji, selimut, obat-obatan, dan layanan kesehatan sangat diperlukan karena sebagian warga meninggalkan rumah tanpa sempat menyelamatkan barang pribadi. “Kondisi di lapangan saat ini masih sangat darurat. Kami berharap dukungan cepat dari dinas terkait untuk membantu penanganan warga terdampak dan memperkuat operasi pencarian korban,” jelasnya setelah mengunjungi salah satu titik pengungsian.

Hingga Kamis siang, petugas masih terus memantau perkembangan debit air sungai untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. Pemerintah Kecamatan Malalak dan BPBD Agam mengimbau warga tetap berada di lokasi aman dan mengikuti instruksi petugas yang berjaga di lapangan. Kegiatan asesmen kerusakan serta pendataan kebutuhan pengungsi dijadwalkan berlangsung hingga seluruh wilayah terdampak dapat dipetakan secara menyeluruh.

Dengan situasi cuaca yang masih tidak menentu, pemerintah daerah menegaskan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan keselamatan seluruh warga. Upaya pemulihan direncanakan dimulai setelah kondisi dinyatakan aman dan akses ke wilayah terdampak kembali pulih. Semoga seluruh warga tetap diberikan keselamatan dan situasi segera kembali terkendali.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Bottom Post Ads

Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved