Kasi OPS Damkar Kabupaten Solok, Bapak Zulhelmi Bosy menjelaskan bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB ketika korban sedang menarik batu menggunakan alat angkat. Ia menerangkan bahwa alat katrol yang digunakan mengalami gangguan sehingga menyebabkan korban kehilangan keseimbangan. Situasi tersebut membuat proses pekerjaan berubah menjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
“Terjadi trouble anchor. Untuk mengangkat batu kan pakai katrol. Ada tali yang diikatkan ke kayu, di mana kayu yang menjadi pengikat patah sehingga batu jatuh ke dalam sumur. Sementara korban yang saat itu menarik ikut jatuh ke dalam sumur setelahnya,” ujar Bapak Zulhelmi saat ditemui di lokasi evakuasi pada Minggu siang.
Warga yang melihat kejadian langsung berusaha memberikan pertolongan namun tidak dapat menjangkau korban di dasar sumur. Mereka kemudian melaporkannya kepada Damkar Kabupaten Solok untuk mendapatkan bantuan profesional. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan cepat mengingat kondisi korban yang dikhawatirkan kekurangan oksigen.
“Kami langsung menuju lokasi dengan tiga unit armada Damkar serta satu unit rescue BPBD. Petugas tiba di lokasi pukul 11.40 WIB dan langsung melakukan upaya evakuasi karena dikhawatirkan korban mengalami kekurangan oksigen,” jelas Bapak Zulhelmi dalam keterangannya.
Upaya evakuasi berlangsung cukup lama karena medan yang sulit dan kedalaman sumur yang mencapai 10 meter. Petugas bekerja secara hati-hati agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi korban maupun tim penyelamat. Proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan setelah hampir dua jam.
“Setelah korban berhasil kami angkat, langsung dibawa ke rumah. Korban diduga mengalami patah tulang akibat jatuh ke dasar sumur dan saat ini masih dilakukan perawatan di rumah sakit,” tambahnya menutup penjelasan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penggunaan alat yang aman dan layak saat bekerja di area berisiko tinggi. Pemerintah daerah dan warga setempat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.



