Ketua PMI Cabang Kabupaten Agam, Bapak Masrizal, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima saat air sudah menggenangi kawasan ladang sawit dan perumahan plasma. “Banjir menggenangi permukiman warga yang berada di ladang sawit dan perumahan plasma. Ada laporan delapan masyarakat minta dievakuasi,” ujar Bapak Masrizal saat ditemui di posko PMI Kabupaten Agam pada Rabu malam. Ia menambahkan bahwa ketinggian air sudah mencapai pertengahan rumah warga, sehingga proses evakuasi harus dilakukan segera.
Dari delapan warga yang dievakuasi, beberapa di antaranya mengalami kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan. “Warga yang dievakuasi ada mengalami sesak napas, demam, hingga ibu hamil,” ungkap Bapak Masrizal saat menjelaskan situasi kesehatan para korban. Petugas harus bergerak cepat untuk memastikan seluruh warga dapat dipindahkan ke tempat yang aman sebelum debit air terus meningkat.
Upaya evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan perahu fiber akibat akses darat yang terputus total. Lokasi kejadian berada sekitar 7–10 kilometer dari titik pemukiman lain dan termasuk area yang dikenal sebagai habitat binatang buas. “Proses evakuasi sedikit sulit karena akses berjarak 7–10 km merupakan habitat binatang buas,” terang Bapak Masrizal saat menggambarkan tantangan yang dihadapi tim di lapangan.
Setelah berhasil dievakuasi, seluruh warga langsung dimobilisasi ke lokasi pengungsian terdekat. Mereka kemudian diserahkan kepada pihak nagari serta tenaga medis dari Puskesmas Tanjung Raya untuk pemeriksaan lanjutan. Penanganan segera dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh korban dapat dipantau secara intensif.
Proses evakuasi melibatkan kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Basarnas, TNI/Polri, pihak kecamatan, puskesmas, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat setempat. Kerja sama tersebut menjadi kunci keberhasilan upaya penyelamatan di tengah kondisi medan yang sulit dan cuaca yang masih tidak stabil.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan potensi bahaya yang muncul akibat luapan air sungai. Upaya monitoring terus dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama






