Sejak pagi, hujan ringan tercatat mengguyur wilayah Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Dharmasraya. Hujan tersebut diprediksi meningkat menjadi intensitas sedang menjelang siang hari. Kondisi ini membuat warga diminta untuk tetap waspada mengingat potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang terjadi di wilayah Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Kota Solok, Padang, Sawahlunto, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Pariaman. Di Padang Panjang, hujan lebat mengguyur sejak pagi hari dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sejumlah titik rawan longsor di daerah pegunungan juga mulai dipantau oleh petugas setempat.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menyampaikan bahwa status darurat bencana telah ditetapkan di beberapa wilayah yang terdampak cukup parah. “Hujan masih berpotensi meningkat hingga malam hari. Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kawasan rawan banjir maupun longsor,” ujar Bapak Kepala BPBD Sumbar, Kamis siang saat memberikan keterangan di kantor BPBD Sumbar yang tengah melakukan pemantauan cuaca. Ia menegaskan bahwa seluruh tim siaga telah dikerahkan untuk merespons laporan dari berbagai daerah.
Sektor pendidikan juga terdampak oleh cuaca ekstrem ini. Seluruh siswa dari tingkat TK hingga SMA di Kota Pariaman untuk sementara diliburkan dan pembelajaran dialihkan secara daring. Kebijakan ini diambil untuk melindungi peserta didik dari potensi bahaya selama perjalanan ke sekolah, terutama karena beberapa jalur utama telah tergenang air.
Secara meteorologis, suhu udara di Sumbar pada hari ini tercatat lebih rendah dari biasanya, yakni berkisar antara 20–26°C di hampir seluruh wilayah. Kelembapan udara juga meningkat signifikan, mencapai 93–99 persen berdasarkan catatan petugas meteorologi. Kondisi atmosfer tersebut memperbesar peluang terbentuknya awan hujan dengan intensitas tinggi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan, evakuasi, dan penanganan darurat di wilayah yang terdampak. Warga diimbau untuk mengikuti arahan pemerintah serta memperbarui informasi cuaca secara berkala demi keselamatan bersama.






