Informasi tersebut disampaikan oleh Polsek Pauh melalui unggahan di akun Instagram resminya. “Jembatan Gunung Nago putus, diimbau untuk masyarakat Pauh untuk tetap waspada,” tulis Polsek Pauh dalam unggahan tersebut pada Kamis pagi. Imbauan itu diberikan mengingat kondisi sungai masih berpotensi mengalami kenaikan debit air seiring intensitas hujan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh ini putus setelah bagian bawahnya dihantam derasnya arus Sungai Batang Kuranji. Arus yang membawa tumpukan material seperti kayu, lumpur, dan bebatuan menghantam struktur jembatan secara beruntun hingga membuat badan jembatan ambruk ke aliran sungai. Warga yang melintas terlihat berusaha menjauhi lokasi untuk menghindari kemungkinan longsoran tambahan di sekitar kawasan jembatan.
Selain menjadi penghubung antar-kecamatan, Jembatan Gunung Nago juga merupakan akses utama masyarakat dari arah Belimbing menuju kampus Universitas Andalas (UNAND). Dengan putusnya jembatan ini, masyarakat yang hendak menuju UNAND harus mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh. Hal ini menimbulkan potensi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar kawasan Kuranji dan Pauh.
Pemerintah Kota Padang bersama aparat terkait telah melakukan pemantauan awal di lokasi kejadian dan memberikan imbauan kepada warga untuk menghindari area jembatan yang rusak. Kondisi cuaca yang masih belum stabil membuat risiko banjir dan kerusakan tambahan semakin perlu diwaspadai. Warga di sekitar aliran Sungai Batang Kuranji diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika melihat tanda-tanda bahaya.
Upaya penanganan akan dilakukan setelah kondisi sungai lebih aman untuk dijangkau tim teknis. Pemerintah juga memastikan bahwa langkah-langkah mitigasi akan disiapkan untuk mengurangi dampak terganggunya mobilitas masyarakat di wilayah Pauh dan Kuranji.






