Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Aktivitas Matahari Tunjukkan Suar Kelas C pada 25 Januari 2026, Pakar Tegaskan Cuaca Antariksa Tetap Waspada

Kabasurau.co.id: Jakarta – Para ilmuwan ruang angkasa mencatat aktivitas Matahari pada malam 25 Januari 2026 menghasilkan beberapa suar (solar flares) kelas C, termasuk satu dengan kekuatan C7.9, yang merupakan lonjakan energi moderat saat Matahari melepaskan materi panas dan magnetik ke ruang angkasa. Fenomena ini diamati melalui data observatorium Matahari dan dipantau oleh pakar antariksa di berbagai lembaga. 

Bapak Dr. Hendri Wijaya, Astrofisikawan dari Lembaga Antariksa Indonesia, mengungkapkan saat dihubungi melalui konferensi virtual, Minggu (25/01/2026), bahwa suar kelas C menandakan tingkat aktivitas Matahari yang umum terjadi namun tetap perlu pemantauan. “Suar kelas C umumnya tidak membahayakan peralatan di Bumi, namun perlu dicermati karena dapat berinteraksi dengan medan magnet Bumi dan berdampak ringan pada sistem komunikasi satelit,” ujarnya. 

Dalam pengamatan yang dilakukan oleh Solar Dynamics Observatory (SDO) milik NASA, suar kelas C7.9 ini tercatat meletus pada pukul 21:36 UTC dan terekam sebagai cahaya intens yang menyinari korona Matahari. Suasana pengamatan di pusat ilmiah antariksa ramai dipenuhi tim pemantau yang mencatat detail fenomena tersebut secara real‑time. 

Data ikhtisar aktivitas antariksa juga menunjukkan bahwa meskipun hanya C‑flare yang terjadi, kondisi umum aktivitas Matahari masih dipengaruhi oleh dinamika medan magnet yang aktif. Pakar antariksa menekankan bahwa Matahari saat ini sedang berada dalam fase puncak siklus ke‑25, sehingga sejumlah suar dan potensi lontaran massa korona (CME) masih berpeluang terjadi dalam beberapa tahun mendatang. Fenomena puncak aktivitas ini diperkirakan dapat terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan, meningkatkan peluang aurora di wilayah lintang tinggi dan potensi gangguan teknis pada satelit tertentu. 

Sebelumnya, pada pertengahan Januari 2026, terjadi sebuah lontaran massa korona besar yang memicu badai geomagnetik kuat di berbagai belahan dunia, dan direspons oleh badan antariksa global untuk memantau dampaknya terhadap jaringan satelit dan sistem komunikasi. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari lembaga meteorologi antariksa terkait potensi gangguan komunikasi frekuensi tinggi atau navigasi satelit. 

Dengan perkembangan teknologi pengamatan ruang angkasa yang semakin canggih, para ilmuwan berharap pemahaman terhadap aktivitas Matahari akan terus meningkat. Informasi ini diharapkan dapat membantu mitigasi potensi dampak cuaca antariksa terhadap infrastruktur teknologi modern dan memberi manfaat bagi riset ilmu pengetahuan maupun kemajuan teknologi di Indonesia dan dunia.

Sumber: CNN Indonesia 
Baca Juga
Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved