Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan bahwa prakiraan cuaca tersebut berlaku untuk seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat selama periode 25–27 Januari 2026, di mana langit sebagian besar wilayah akan berkondisi cerah berawan hingga berawan sepanjang siang. Sedangkan potensi hujan ringan diperkirakan terjadi secara tidak merata, terutama pada sore hingga malam hari, sehingga sebagian wilayah bisa mengalami hujan lokal.
“Prakiraan kami menunjukkan bahwa cuaca Sumbar akan lebih banyak berawan dengan peluang hujan ringan secara sporadis pada sore dan malam hari dalam tiga hari ke depan,” terang Bapak Prakirawan BMKG Kelas II Minangkabau dalam keterangan yang disampaikan di Pos Meteorologi Minangkabau, Padang pada Minggu pagi. Pernyataan ini dirilis menjelang periode prakiraan tiga hari tersebut.
BMKG juga menginformasikan bahwa tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan untuk wilayah Sumatera Barat selama periode prakiraan ini, sehingga kondisi cuaca dinilai relatif stabil, meskipun masyarakat tetap diminta untuk mewaspadai peluang hujan lokal yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Cuaca berawan dan peluang hujan ringan ini diprediksi berlangsung di banyak kawasan Sumbar, termasuk di daerah Padang, Payakumbuh, Bukittinggi, Agam, Pasaman, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan. Prakiraan ini juga mencerminkan fase cuaca transisi di provinsi tersebut menjelang memasuki periode akhir musim hujan pada Februari 2026.
Perubahan cuaca ringan seperti hujan lokal ini dapat memengaruhi aktivitas warga terutama di sektor luar ruangan, seperti pertanian, perdagangan, hingga transportasi. Oleh karena itu, BMKG kembali mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan menyesuaikan kegiatan harian bila diperlukan demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
Dengan demikian, meskipun kondisi umum cuaca di Sumatera Barat pada akhir Januari 2026 tidak menunjukkan ancaman cuaca ekstrem, kemungkinan hujan ringan tetap ada, sehingga kewaspadaan terhadap perubahan cuaca tetap diperlukan oleh seluruh masyarakat di provinsi itu.
Sumber: RRI



