Jenazah pertama ditemukan di dasar jurang yang berada tidak jauh dari puing utama pesawat. Beberapa jam setelahnya, tim kembali menemukan satu jenazah korban di lokasi berbeda yang masih berada di sekitar area jatuhnya pesawat. Kedua jenazah tersebut langsung dievakuasi oleh tim SAR untuk selanjutnya dibawa ke posko dan menjalani proses identifikasi oleh pihak berwenang.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Bapak Kepala Basarnas, menyampaikan bahwa proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala serius. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan pers di Posko SAR Gunung Bulusaraung, Minggu (19/1/2026). “Medan yang curam, cuaca berkabut, serta jarak pandang yang sangat terbatas menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan,” ujar Bapak Kepala Basarnas.
Selain menemukan jenazah korban, tim SAR juga berhasil mengamankan sejumlah barang pribadi yang diduga milik para penumpang. Temuan tersebut dinilai penting karena dapat membantu mempersempit area pencarian korban yang masih hilang. Seluruh barang yang ditemukan langsung didata dan diamankan untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut.
Hingga Minggu sore, tercatat masih ada delapan korban yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta unsur terkait lainnya terus melakukan penyisiran secara intensif di berbagai sektor. Penambahan personel dan peralatan khusus juga terus dilakukan untuk mempercepat proses pencarian.
Pemerintah menegaskan bahwa operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Upaya maksimal akan dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Dengan koordinasi lintas instansi yang terus diperkuat, diharapkan proses SAR dapat berjalan optimal meskipun dihadapkan pada kondisi medan dan cuaca yang ekstrem.
Sumber: CNN Indonesia



