Menurut data resmi BNPB yang dirilis pada pagi tersebut, bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak akhir November 2025 telah memporak-porandakan beberapa provinsi di Pulau Sumatra, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Provinsi Aceh melaporkan jumlah korban jiwa tertinggi, diikuti oleh Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang juga mengalami dampak signifikan.
“Data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.178 orang per pukul 07.08 WIB hari ini,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Bapak Abdul Muhari, dalam keterangannya di Jakarta. Ia menambahkan bahwa hingga saat ini 148 orang dilaporkan masih hilang di berbagai lokasi terdampak bencana.
Di Provinsi Sumatera Barat, BNPB mencatat adanya korban yang hilang sebanyak 74 orang, menunjukkan situasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung intensif di sejumlah daerah pegunungan dan lembah yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur. Dampak kerusakan materiil pada rumah dan fasilitas umum juga tergolong luas di wilayah ini, memaksa ribuan warga gagal kembali ke rumah mereka.
Selain korban jiwa dan orang hilang, badai banjir dan longsor ini telah menimbulkan kerusakan luas terhadap infrastruktur pemukiman penduduk. BNPB merinci bahwa lebih dari 175 ribu unit rumah di tiga provinsi tersebut mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat, serta mengakibatkan terganggunya akses layanan dasar masyarakat.
Di sejumlah titik terdampak, aktivitas tim SAR gabungan terus digalakkan sejak dini hari. Relawan dan petugas dari TNI-Polri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pencarian di kawasan yang susah dijangkau. Mereka mengevakuasi korban yang berhasil ditemukan dan memberikan bantuan logistik kepada pengungsi yang tersebar.
Para pejabat setempat menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban dan berjanji mempercepat proses pencarian serta pemulihan pasca bencana. Pemerintah pusat dan daerah pun memperkuat koordinasi untuk menangani situasi darurat ini secara menyeluruh, termasuk penyediaan layanan kesehatan dan tempat penampungan sementara bagi warga terdampak.
Dengan terus bertambahnya data korban dan kerusakan pada awal tahun ini, BNPB mengimbau masyarakat di seluruh daerah rawan bencana untuk tetap waspada, terutama menjelang puncak musim hujan yang masih berlangsung. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat lokal terus diperkuat demi mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.
Sumber: BNPB



