Kabasurau.co.id: PADANG PARIAMAN — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat menjaring ikan di Muaro Sunua, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, resmi ditutup. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (21/1/2026) sore setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan. Penutupan operasi dilakukan usai seluruh rangkaian evakuasi dan debriefing selesai dilaksanakan.
Korban diketahui bernama Bapak Dedy Fernando (44), warga Sunur Barat, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Selasa (20/1/2026) dini hari saat menjaring ikan di muara sungai Muaro Sunua. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat yang tidak lagi melihat keberadaan korban di sekitar lokasi.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Bapak Abdul Malik, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima pada Selasa sore sekitar pukul 15.07 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang anggota Pramuka SAKA SAR yang menerima laporan awal dari masyarakat. Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung melakukan persiapan dan menggelar operasi pencarian di lokasi kejadian.
Menurut Bapak Abdul Malik, korban terakhir kali terlihat oleh warga sekitar pukul 07.00 WIB pada hari kejadian. Namun setelah itu, korban tidak kembali, sementara sepeda motor dan pakaian milik korban ditemukan berada di darat. Warga sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
“Operasi SAR dilanjutkan pada Rabu pagi pukul 07.00 WIB dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai ke arah hilir,” ujar Bapak Abdul Malik saat memberikan keterangan kepada awak media. Ia menyebutkan bahwa pencarian dilakukan secara terstruktur dengan pola penyisiran yang telah ditentukan.
Ia menambahkan, dalam operasi tersebut tim SAR menggunakan berbagai peralatan, seperti landing craft rubber (LCR), Aqua Eye, drone thermal, serta peralatan SAR air lainnya. Area pencarian mencakup kurang lebih 2,5 kilometer persegi di sekitar lokasi kejadian. Upaya pencarian sempat menghadapi kendala akibat meningkatnya debit sungai dan kondisi cuaca yang berawan.
“Hasilnya, pada pukul 15.52 WIB, korban ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi kejadian awal melalui metode parallel sweep search dalam kondisi meninggal dunia,” kata Bapak Abdul Malik. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kota Pariaman untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi berjalan lancar dengan pengawalan ketat dari seluruh unsur SAR.
Setelah proses evakuasi selesai, dilakukan debriefing pada pukul 16.15 WIB, dan seluruh unsur SAR kembali ke satuan masing-masing. Operasi SAR kemudian secara resmi diusulkan untuk ditutup. Unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Basarnas, Polairud, BPBD Kota Pariaman, BPBD Kabupaten Padang Pariaman, TNI, Polri, serta sejumlah relawan.
Bapak Abdul Malik menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam operasi pencarian tersebut. Ia menilai sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat sangat membantu kelancaran operasi SAR. Dengan berakhirnya operasi ini, pihak SAR mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di perairan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sumber: Info Sumbar



