Kabasurau.co.id: Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia menyelenggarakan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili secara nasional pada Sabtu (15/2/2026) di Jakarta. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk penguatan toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman budaya di Tanah Air. Acara berlangsung meriah dengan menampilkan pertunjukan seni budaya Tionghoa serta dihadiri unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi keagamaan.
Perayaan nasional ini menjadi simbol komitmen negara dalam merawat kebhinekaan. Sejumlah pertunjukan barongsai, tarian tradisional, serta penampilan musik etnik memeriahkan suasana yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Para tamu undangan tampak mengenakan busana bernuansa merah dan emas yang identik dengan perayaan Imlek.
Seorang pejabat senior pemerintah dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Imlek harus dimaknai sebagai ruang mempererat dialog lintas budaya. “Perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat pemahaman dan kerja sama antar komunitas,” ujar Bapak pejabat tersebut dalam pidato resminya pada Sabtu siang. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kebebasan beragama serta memperkuat persatuan nasional.
Menurut panitia penyelenggara, rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sejak awal Februari dan melibatkan berbagai komunitas Tionghoa di Indonesia. Selain pertunjukan seni, acara juga diisi dengan doa bersama dan pemberian santunan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran perwakilan lintas agama dinilai semakin menegaskan semangat inklusivitas dalam perayaan tersebut.
Pengamat sosial budaya menilai langkah pemerintah menggelar perayaan Imlek secara nasional merupakan bentuk pengakuan konkret terhadap kontribusi masyarakat Tionghoa dalam pembangunan bangsa. Ia menyatakan bahwa keterlibatan berbagai elemen masyarakat mencerminkan kematangan demokrasi Indonesia. “Kebhinekaan harus terus dirawat melalui kegiatan nyata seperti ini,” ujar Bapak pengamat tersebut dalam keterangannya.
Perayaan Imlek nasional 2026 ditutup dengan doa bersama dan pelepasan lampion sebagai simbol harapan akan tahun yang penuh kedamaian dan kesejahteraan. Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari agenda kebudayaan nasional. Dengan semangat persatuan, Indonesia kembali menegaskan komitmennya sebagai bangsa yang majemuk dan harmonis.
Sumber: CNN Indonesia



