Kabasurau.co.id: Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengerahkan hingga 8.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna mendukung misi penjagaan perdamaian di Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu (15/2/2026) di Jakarta sebagai respons atas dinamika situasi kemanusiaan di wilayah tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian dan stabilitas global.
Dalam konferensi pers yang digelar di kompleks kementerian terkait pada Sabtu sore, pejabat pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebut masih menunggu mandat resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Indonesia siap berkontribusi aktif dalam misi kemanusiaan dan penjagaan perdamaian, sesuai dengan konstitusi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif,” ujar Bapak pejabat tersebut di hadapan awak media. Ia menambahkan bahwa partisipasi Indonesia akan difokuskan pada aspek kemanusiaan dan stabilisasi wilayah.
Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI telah melakukan persiapan administratif dan teknis guna memastikan kesiapan personel. Proses seleksi, pelatihan tambahan, serta koordinasi dengan lembaga internasional menjadi bagian dari tahapan yang tengah berlangsung. Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh personel yang akan diberangkatkan telah memenuhi standar misi perdamaian PBB.
Bapak juru bicara TNI dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pengalaman Indonesia dalam berbagai misi perdamaian dunia menjadi modal penting. “TNI memiliki rekam jejak panjang dalam misi penjagaan perdamaian di berbagai negara, dan hal tersebut menjadi dasar kesiapan kami saat ini,” katanya pada Sabtu sore. Ia menekankan bahwa setiap langkah akan dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur internasional.
Sejumlah pengamat hubungan internasional menilai langkah Indonesia sebagai bentuk konsistensi peran aktif di panggung global. Selain memberikan bantuan kemanusiaan, kehadiran pasukan penjaga perdamaian diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas dan melindungi warga sipil. Namun demikian, keputusan akhir tetap menunggu perkembangan diplomasi dan mandat resmi dari PBB.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap penugasan luar negeri. Seluruh rencana pengerahan pasukan akan dibahas lebih lanjut bersama DPR RI sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan kesiapan tersebut, Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia yang abadi dan berkeadilan.
Sumber: CNN Indonesia



