Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Rupiah Melemah terhadap Dolar AS, Pelaku Pasar Pantau Sentimen Global

Kabasurau.co.id: Jakarta — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis (5/2/2026) di tengah penguatan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global. Pelemahan tersebut dipengaruhi sentimen eksternal, termasuk ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan dinamika ekonomi global. Meski demikian, pergerakan rupiah dinilai masih berada dalam rentang yang terkendali.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot, rupiah bergerak fluktuatif sejak sesi pembukaan pagi dan cenderung tertekan menjelang penutupan pasar sore hari. Tekanan eksternal menjadi faktor dominan, terutama setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Kondisi tersebut mendorong arus modal global kembali mengalir ke aset berbasis dolar AS.

Dalam keterangannya pada pukul 15.30 WIB, Bapak Analis Pasar Uang dari salah satu bank swasta nasional menjelaskan bahwa pelemahan rupiah masih sejalan dengan tren mata uang negara berkembang lainnya. “Tekanan terhadap rupiah lebih disebabkan faktor eksternal. Secara fundamental, kondisi ekonomi domestik relatif stabil dan inflasi tetap terkendali,” ujar Bapak Analis tersebut kepada wartawan di Jakarta.

Sementara itu, otoritas moneter melalui Bank Indonesia terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik. Langkah stabilisasi nilai tukar tetap dilakukan melalui intervensi terukur di pasar valuta asing apabila diperlukan. Pemerintah juga memastikan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter tetap terjaga untuk menjaga kepercayaan investor.

Pelaku usaha dan importir diminta untuk mengantisipasi volatilitas nilai tukar dengan strategi lindung nilai guna meminimalkan risiko. Di sisi lain, eksportir dinilai berpotensi memperoleh keuntungan dari pelemahan rupiah karena nilai penerimaan dalam dolar meningkat. Kondisi ini menunjukkan pentingnya manajemen risiko dalam menghadapi dinamika pasar global.

Dengan berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan mata uang, stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas utama pemerintah dan otoritas keuangan. Penguatan koordinasi antarinstansi diharapkan mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung pada awal tahun 2026.

Sumber: CNBC Indonesia 
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved