Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Sejumlah Negara Nyatakan Bergabung dengan Board of Peace dalam Forum WEF 2026

Kabasurau.co.id: DAVOS — Sejumlah negara dari berbagai kawasan dunia secara resmi menyatakan bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian dalam forum internasional yang diluncurkan di sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. Forum tersebut digagas sebagai wadah dialog multilateral untuk mendorong perdamaian global, khususnya terkait konflik berkepanjangan di Jalur Gaza, Palestina.

Dalam acara peluncuran yang berlangsung di salah satu agenda utama WEF tersebut, para pemimpin negara menandatangani piagam pendirian Board of Peace sebagai bentuk komitmen bersama terhadap upaya gencatan senjata dan stabilitas kawasan konflik. Negara-negara yang bergabung berasal dari kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Latin, menunjukkan dukungan lintas kawasan terhadap inisiatif perdamaian tersebut.

Indonesia menjadi salah satu negara yang bergabung bersama sejumlah negara lain seperti Turki, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania, Pakistan, Hungaria, dan Argentina. Kehadiran negara-negara tersebut mencerminkan kesamaan pandangan mengenai pentingnya forum tambahan di luar mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memperkuat diplomasi perdamaian internasional.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Bapak Sugiono menjelaskan bahwa keberagaman negara anggota menunjukkan Board of Peace tidak didominasi oleh satu kawasan atau kepentingan politik tertentu. Dalam keterangannya di Jakarta, Bapak Sugiono menilai forum ini menjadi ruang dialog yang memungkinkan negara-negara dengan latar belakang berbeda menyampaikan pandangan secara setara. Menurutnya, pendekatan dialog tetap menjadi kunci utama dalam penyelesaian konflik global.

“Board of Peace diikuti oleh berbagai negara dengan latar belakang dan kepentingan yang beragam. Hal ini menunjukkan bahwa perdamaian adalah kepentingan bersama yang melampaui batas kawasan dan ideologi,” ujar Bapak Sugiono saat memberikan pernyataan kepada media, usai menghadiri agenda diplomasi kementerian luar negeri.

Meski demikian, tidak semua negara menyatakan bergabung dalam forum tersebut. Sejumlah negara Eropa Barat dan negara Pasifik memilih untuk tidak menandatangani piagam Board of Peace dengan alasan mempertimbangkan efektivitas dan struktur organisasi forum tersebut. Perbedaan sikap ini mencerminkan dinamika politik internasional yang masih beragam dalam menyikapi mekanisme perdamaian global.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keikutsertaan negara-negara tertentu dan penolakan dari sebagian negara lainnya merupakan hal yang wajar dalam diplomasi internasional. Indonesia menilai keberadaan Board of Peace tetap dapat berkontribusi positif selama dijalankan secara transparan, inklusif, dan selaras dengan prinsip hukum internasional.

Melalui forum ini, negara-negara anggota diharapkan dapat mendorong dialog berkelanjutan dan memperkuat upaya kolektif dalam menciptakan perdamaian dunia. Indonesia menegaskan akan terus memanfaatkan setiap forum internasional secara konstruktif demi memperjuangkan kepentingan kemanusiaan dan stabilitas global.


Sumber: CNN Indonesia 
Baca Juga
Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved