Sekretaris Kabinet, Bapak Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa durasi pertemuan yang cukup panjang antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin mencerminkan kedalaman pembahasan yang dilakukan kedua negara. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut menunjukkan keseriusan dalam memperkuat kemitraan strategis, terutama di sektor energi, sumber daya mineral, serta pengembangan industri nasional. Setelah pertemuan tersebut, Presiden Prabowo langsung bertolak menuju Prancis dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam.
Di Paris, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan agenda diplomasi tingkat tinggi dengan menggelar pertemuan empat mata bersama Presiden Prancis, Bapak Emmanuel Macron. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung di Istana Élysée dan difokuskan pada penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain ekonomi, industri, serta kerja sama teknologi.
Selain membahas hubungan bilateral, pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis terkait situasi global. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dunia serta mendorong perdamaian melalui pendekatan diplomasi aktif. Langkah ini mencerminkan peran Indonesia sebagai negara yang konsisten dalam mendukung solusi damai atas berbagai isu internasional.
Rangkaian diplomasi yang dilakukan secara beruntun ini menunjukkan semakin meningkatnya peran Indonesia di kancah global. Di tengah perkembangan geopolitik yang dinamis, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis yang diperhitungkan oleh berbagai negara. Upaya ini diharapkan mampu memberikan manfaat konkret bagi pembangunan nasional serta memperluas peluang kerja sama internasional di masa mendatang.
Sumber: BPMI Setpres



