PADANG, Kabasurau.co.id — RSUP Dr. M. Djamil Padang mencatatkan rekor historis dalam dunia pelayanan medis nasional. Rumah sakit rujukan di Sumatera Barat itu untuk pertama kalinya berhasil melaksanakan tindakan Bentall Procedure dan Arterial Switch Operation (ASO) pada pasien anak, dalam rangkaian misi kemanusiaan bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSRelief).
Program bakti sosial dan proctorship kardiovaskular pediatrik ini resmi ditutup pada Kamis, 30 Juli 2026. Hingga 29 Juli 2026, sebanyak 23 dari 30 pasien anak penderita kelainan jantung bawaan—mulai dari kasus sederhana hingga kompleks—telah berhasil dioperasi dengan aman.
Acara penutupan turut dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat mewakili Gubernur, Wali Kota Padang Pariaman Jhon Kenedy Aziz, Wali Kota Payakumbuh Dr. dr. Zulmaeta, Sp.OG, Asisten I Kabupaten Solok Selatan, jajaran direksi RSUP M. Djamil, Rektor dan Wakil Rektor Universitas Andalas, serta Dekan Fakultas Kedokteran Unand.
Direktur Utama RSUP M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan bahwa pencapaian ini membuktikan kesiapan rumah sakit daerah dalam menangani kasus-kasus sulit.
"Seluruh tindakan berlangsung sesuai rencana dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa jejaring pengampuan nasional, kolaborasi internasional, serta kompetensi SDM mampu mendorong rumah sakit regional menyelenggarakan tindakan bedah jantung pediatrik dengan tingkat kompleksitas tinggi," ujarnya.
Ia berharap sinergi antara Kementerian Kesehatan RI, Kerajaan Arab Saudi, KSRelief, Muslim World League, serta RSJPD Harapan Kita dapat terus berlanjut ke tahap yang lebih progresif. "Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti sebagai sebuah misi kemanusiaan, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis jangka panjang dalam bidang pelayanan, pendidikan, penelitian, hingga pelatihan dan fellowship bagi dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan lainnya," tambahnya.
Arahan Langsung Raja Salman dan Putra Mahkota
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syaikh Faisal bin Abdullah Al-Amudi, dalam sambutannya menegaskan komitmen Kerajaan Arab Saudi mempererat kerja sama kemanusiaan dengan Pemerintah Indonesia, khususnya di sektor pelayanan kesehatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program bedah jantung terbuka secara gratis yang berkolaborasi dengan tenaga medis lokal.
Dubes Faisal menyampaikan bahwa program kemanusiaan berkelanjutan ini merupakan arahan langsung dari Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman untuk membantu masyarakat yang paling membutuhkan.
"Program ini merupakan kelanjutan dari risalah ikhlas untuk membentangkan jembatan harapan dan meringankan beban penderitaan sesama," ujar Dubes Faisal, sembari menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin erat dengan Kementerian Kesehatan RI.
Mewakili Gubernur Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi menyampaikan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim medis KSRelief, Al-Balsam Foundation, serta RSUP Dr. M. Djamil Padang atas terselenggaranya kolaborasi kemanusiaan dalam penanganan penyakit kardiovaskular anak di Sumatera Barat.
Menurutnya, kompleksitas penanganan jantung anak kerap membebani keluarga secara fisik, psikologis, maupun ekonomi, sehingga kegiatan proctorship ini memiliki makna strategis untuk meringankan beban pasien sekaligus membangun kemandirian daerah melalui transfer ilmu dan penguatan kompetensi tenaga medis lokal.
"Menyelamatkan satu jantung anak bukan sekadar memulihkan kesehatan, melainkan merajut kembali masa depan yang cerah bagi keluarga dan daerah kita tercinta," ujarnya, seraya berharap ikhtiar medis ini dapat melahirkan generasi emas yang membanggakan bagi Sumatera Barat dan Indonesia.
30 Operasi dalam Sepekan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan apresiasi mendalam dan dukungan penuh atas kolaborasi kemanusiaan bersama KSRelief. Menkes menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyelamatan nyawa melalui tindakan bedah langsung, tetapi juga menjadi momentum penting transfer ilmu atau proctoring untuk meningkatkan keahlian serta kemampuan para dokter dan tenaga medis di Tanah Air.
"Untuk mengakselerasi ini, kita undanglah ahlinya. Karena belajar itu susah, gurunya itu sedikit. Saya berterima kasih sekali pada kesempatan ini, thank you from the deepest of my heart to King Salman Relief," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran tim medis ahli internasional sangat membantu mendidik tim rumah sakit daerah agar mampu menangani operasi bedah jantung anak yang kompleks secara mandiri.
"Bukan hanya menyelamatkan nyawa, karena di sini kan ada rencana ada 30 yang dioperasi dalam seminggu; 18 anak-anak, 12 dewasa, tapi juga yang paling penting mengajarkan—istilahnya proctoring—agar tim Rumah Sakit M. Djamil bisa segera di-upgrade kemampuannya agar bisa melakukan operasi bedah jantung anak dengan baik," tegas Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Langkah RSUP M. Djamil Padang ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat dan meratakan akses pelayanan bedah jantung anak di luar Pulau Jawa, sekaligus membuka peluang harapan hidup yang lebih besar bagi anak-anak Indonesia yang membutuhkan penanganan bedah jantung.
(Habiburahman/Kabasurau.co.id)




