PADANG, Kabasurau.co.id — King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSRelief) telah menjadi salah satu lembaga kemanusiaan terkemuka dunia sejak didirikan pada Mei 2015 oleh Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz. Hingga kini, lembaga yang berpusat di Arab Saudi tersebut telah menyalurkan 172 proyek bantuan kemanusiaan ke 33 negara di empat benua, bekerja sama dengan 98 mitra kemanusiaan internasional.
Total nilai moneter dari seluruh proyek yang telah dijalankan KSRelief tercatat mencapai 680.674.206 dolar Amerika Serikat. Dana sebesar itu disalurkan untuk berbagai sektor krusial, mulai dari ketahanan pangan, penyediaan tempat tinggal, koordinasi dan manajemen kamp pengungsi, pendidikan, perlindungan, pemulihan awal pascabencana, layanan kesehatan, gizi, air dan sanitasi, komunikasi darurat, hingga logistik dan koordinasi operasi kemanusiaan lainnya.
Misi besar KSRelief berakar dari peran kemanusiaan global Kerajaan Arab Saudi dalam mengatasi penderitaan manusia dengan memprioritaskan bantuan kepada kelompok yang paling membutuhkan. Semangat ini pula yang disampaikan langsung oleh Raja Salman bin Abdulaziz saat meresmikan berdirinya lembaga tersebut.
"Islam mengajarkan kita bahwa kita bertanggung jawab untuk membantu orang-orang yang tertindas dan miskin, dan bahwa kita juga harus berusaha untuk melestarikan kehidupan dan martabat manusia sebisa mungkin. Dengan ini kami mengumumkan pendirian Pusat Bantuan dan Penyelamatan Kemanusiaan Raja Salman, yang didedikasikan untuk mengoordinasikan dan memberikan bantuan internasional kepada masyarakat yang dilanda krisis, meringankan penderitaan dan menyediakan kebutuhan pokok agar orang-orang di mana pun dapat hidup dengan baik," ujar Raja Salman dalam pernyataan peresmian lembaga tersebut.
Raja Salman juga mengalokasikan tambahan dana sebesar satu miliar Riyal Saudi untuk mendukung kebutuhan kemanusiaan rakyat Yaman. "Tujuan utama kami adalah untuk mengoperasikan pusat ini semata-mata berdasarkan kebutuhan kemanusiaan dan tanpa motif lain," tegasnya.
Jejak Kemanusiaan di Indonesia
Di Indonesia, KSRelief telah lama menjalin kerja sama dan menyalurkan berbagai program kemanusiaan. Catatan pengiriman bantuan logistik publik yang signifikan mulai terlihat setidaknya sejak tahun 2019, salah satunya berupa bantuan 100 ton kurma. Kemitraan ini terus diperkuat secara berkala, termasuk melalui kerja sama strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan sejumlah lembaga kesehatan.
Sejak berdiri pada 2015, KSRelief telah menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung Indonesia melalui eksekusi 72 proyek kemanusiaan yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air. Pada tahun 2026 ini, total alokasi dana yang digelontorkan untuk Indonesia mencapai 96.084.244 dolar AS, atau setara lebih dari Rp1,5 triliun.
Inisiatif-inisiatif tersebut mencakup sektor-sektor krusial seperti ketahanan pangan, pelayanan kesehatan, perlindungan, hingga pendidikan. Program-program ini dinilai berkontribusi signifikan dalam meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat di berbagai penjuru Indonesia, termasuk program bedah jantung anak yang belakangan digelar di Sumatera Barat.
(Habiburahman/Kabasurau.co.id)




