Padang, 15 Juli 2026 – Yayasan Dar el-Iman menggelar kegiatan Temu Ramah bersama Walimurid Baru di awal Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai langkah memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi bertauhid. Kegiatan yang mengusung tema "Menguatkan Sinergi, Menyatukan Langkah Dalam Mendidik Generasi Bertauhid" itu berlangsung di Aula Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Padang, Rabu, 15 Juli 2026.
Ketua Yayasan Dar el-Iman Ustadz Muhammad Elvi Syam mengatakan, pendidikan yang dibangun yayasan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembinaan karakter, akhlak, serta penguatan hafalan Al-Qur'an secara berkelanjutan sejak jenjang pendidikan usia dini hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, keberlanjutan jenjang pendidikan menjadi komitmen yayasan agar pembinaan peserta didik tidak terputus. Ia menjelaskan, lahirnya setiap unit pendidikan di bawah Yayasan Dar el-Iman juga berawal dari aspirasi para orang tua yang menginginkan kesinambungan pendidikan bagi anak-anak mereka.
"Kami ingin menghadirkan sistem pendidikan yang utuh sehingga pembinaan hafalan Al-Qur'an, akhlak, dan karakter anak dapat terus terjaga hingga mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Pendidikan Yayasan Dar el-Iman Ustadz Ilham menjelaskan terdapat sejumlah keunggulan yang menjadi ciri khas lembaga tersebut dibandingkan sekolah lainnya.
Ia menyebutkan, pembelajaran Al-Qur'an menjadi fondasi utama melalui pembinaan tahsin sebelum peserta didik diperbolehkan menghafal Al-Qur'an. Menurutnya, pembiasaan bacaan yang benar menjadi langkah penting agar hafalan anak sesuai dengan kaidah yang benar.
Selain itu, penguatan bahasa Arab, integrasi nilai-nilai Islam dalam seluruh mata pelajaran, pembiasaan ibadah harian, serta pemisahan interaksi putra dan putri sesuai syariat menjadi bagian dari kurikulum yang diterapkan di seluruh unit pendidikan.
"Kami tidak hanya menghadirkan program tahfidz sebagai label, tetapi membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya karakter Islami melalui seluruh aktivitas pendidikan," ujarnya.
Kepala SDIT 1 Dar el-Iman Apriko Putra menjelaskan, pembinaan hafalan Al-Qur'an menjadi kegiatan rutin harian yang dilakukan di sekolah. Setiap peserta didik memiliki target hafalan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing serta didampingi guru dalam proses murojaah dan penyetoran hafalan.
Menurutnya, selain pembelajaran akademik, peserta didik juga dibiasakan melaksanakan zikir pagi, shalat dhuha, shalat berjamaah, hingga pembinaan adab sebagai bagian dari aktivitas harian di sekolah.
"Kami ingin memastikan anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang dekat dengan Al-Qur'an dan terbiasa menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Pada kesempatan itu, Kepala MIT SaQu Septiadi Nefri turut menjelaskan perbedaan jalur pendidikan di bawah Kementerian Agama dengan satuan pendidikan yang berada di bawah Dinas Pendidikan.
Ia mengatakan, lembaga pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agama memiliki keleluasaan lebih besar dalam penguatan kurikulum tahfidz dan pembelajaran kitab sehingga target hafalan Al-Qur'an dapat ditingkatkan sesuai jenjang pendidikan.
Sementara itu, Bendahara Yayasan Dar el-Iman Ustadz Rizki Dasril mengajak para orang tua untuk tidak hanya berperan sebagai wali murid, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan pendidikan yang dibangun yayasan.
Menurutnya, kolaborasi dapat diwujudkan melalui berbagai program sosial, seperti zakat, wakaf, pendidikan, media dakwah, hingga kegiatan kemanusiaan yang dikelola Yayasan Dar el-Iman.
"Kemajuan pendidikan tidak dapat diwujudkan oleh sekolah saja. Sinergi antara yayasan, guru, dan orang tua merupakan kunci keberhasilan dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan bertauhid," ujarnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah walimurid menyampaikan berbagai masukan terkait pendampingan peserta didik, penguatan literasi digital, komunikasi antara sekolah dan orang tua, hingga pengembangan karakter anak di era teknologi.
Pihak yayasan menyambut berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memperkuat sistem komunikasi melalui pengembangan aplikasi pendidikan yang sedang dipersiapkan.
Acara tersebut dihadiri Ketua Yayasan Dar el-Iman Ustadz Muhammad Elvi Syam, Lc., M.A., Sekretaris Yayasan Ustadz Rahmat Ridho, Bendahara Yayasan Ustadz Rizki Dasril, Kepala SDIT 1 Apriko Putra, Kepala MIT SaQu Septiadi Nefri, Kepala Divisi Pendidikan Ustadz Ilham, jajaran pengurus yayasan, para wali kelas, walimurid baru, serta keluarga besar Yayasan Dar el-Iman.
Melalui kegiatan temu ramah ini, Yayasan Dar el-Iman berharap terbangun komitmen bersama antara sekolah dan orang tua dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan generasi bertauhid, berakhlak mulia, unggul dalam ilmu pengetahuan, serta memiliki hafalan Al-Qur'an yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan. (DH)





