Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Zulviton, mengatakan kejadian diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Meski rumah mengalami kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Berdasarkan laporan BPBD Kota Padang, pohon yang tumbang merupakan pohon jenis tarok dengan panjang sekitar 25 meter dan diameter mencapai 200 sentimeter. Pohon tersebut roboh setelah wilayah Kota Padang diguyur hujan lebat disertai angin kencang sejak Rabu (17/6/2026) malam sekitar pukul 18.45 WIB.
Rumah yang tertimpa pohon diketahui milik Syafrizal (50), seorang buruh harian lepas. Akibat kejadian tersebut, rumah mengalami kerusakan berat dan untuk sementara waktu tidak dapat dihuni oleh pemilik beserta keluarganya.
Petugas BPBD menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak dapat dilakukan pada malam kejadian karena hujan masih turun cukup deras. Selain itu, kondisi akses menuju lokasi yang cukup sulit membuat penanganan harus ditunda hingga keesokan harinya.
"Pada malam kejadian, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena hujan masih turun cukup deras. Selain itu, akses menuju lokasi juga cukup sulit sehingga penanganan ditunda hingga keesokan harinya," ujar petugas BPBD.
Pada Kamis pagi, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kota Padang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan serta pemotongan batang pohon yang menimpa bangunan rumah. Upaya penanganan melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk Dinas Sosial Kota Padang, pihak kecamatan, kelurahan, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat setempat.
Hingga Kamis siang, proses pembersihan material pohon tumbang masih berlangsung. BPBD Kota Padang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang maupun bencana hidrometeorologi lainnya, mengingat cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kota Padang dalam beberapa waktu ke depan.
Reporter: Ilvan



