Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Israel Diduga Usir Warga Gaza ke Afrika Selatan, Pemerintah Afsel Lakukan Penyelidikan


Kabasurau.co.id: Afrika Selatan – Organisasi kemanusiaan Gift of the Givers menuding Israel sengaja mengusir sejumlah warga Gaza hingga tiba secara misterius di Afrika Selatan pada Kamis (13/11). Sebanyak 153 warga Palestina dilaporkan mendarat menggunakan pesawat carter tanpa cap keberangkatan dari Israel sehingga sempat tertahan di dalam pesawat selama 12 jam.

Founder Gift of the Givers, Bapak Imtiaz Sooliman, menyampaikan bahwa dugaan pengusiran ini muncul setelah pihaknya mendapat penjelasan dari para warga Gaza yang lebih dulu tiba di Afrika Selatan. Ia menilai langkah Israel menunjukkan adanya dorongan untuk memindahkan warga Gaza secara sistematis ke luar wilayah tersebut.

“Israel tampaknya mengusir orang-orang dari Gaza dan mengirim dengan pesawat carteran,” ujar Bapak Imtiaz dalam keterangan yang disampaikan kepada media, Jumat (14/11), seraya menambahkan bahwa pola pemindahan ini telah dirasakan oleh para pengungsi sebelumnya.

Ia juga menegaskan bahwa Israel mengirim warga Gaza tanpa membubuhkan cap pada paspor mereka. Menurutnya, langkah tersebut menambah kesulitan warga ketika memasuki negara tujuan. “Israel sengaja tak memberi cap di paspor orang-orang malang ini untuk memperparah penderitaan mereka di negara asing,” ucap Bapak Imtiaz dalam kesempatan yang sama.

Respons Pemerintah Israel

Sementara itu, otoritas Israel membantah tudingan tersebut. Juru bicara COGAT, Bapak Shimi Zuaretz, menyatakan bahwa para warga Gaza yang terbang ke Afrika Selatan telah menerima izin masuk dari negara ketiga sebelum pesawat lepas landas.

“Warga Palestina hanya diizinkan meninggalkan Gaza setelah COGAT menerima persetujuan dari negara ketiga untuk menerima mereka,” kata Bapak Shimi dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP pada Jumat (14/11). Ia juga menambahkan bahwa negara ketiga yang dimaksud adalah Afrika Selatan itu sendiri.

Afrika Selatan Izinkan Masuk Setelah Ada Jaminan

Setibanya di Afrika Selatan, 153 warga Gaza tersebut tidak dapat keluar dari pesawat karena tidak adanya cap keberangkatan pada paspor. Situasi tersebut memaksa mereka menunggu selama 12 jam sebelum pemerintah Afrika Selatan akhirnya memberikan izin masuk.

Kementerian Dalam Negeri Afrika Selatan mengizinkan kedatangan mereka setelah Gift of the Givers memberikan jaminan akan menyediakan akomodasi dan bantuan kemanusiaan. Langkah ini dilakukan demi memastikan para pengungsi dapat berada di tempat aman serta mendapatkan kebutuhan dasar.

Insiden serupa pernah terjadi pada Oktober 2025 ketika pesawat sewaan yang membawa 176 warga Palestina mendarat di Johannesburg. Sebagian penumpang kemudian dipindahkan ke negara lain setelah menjalani pemeriksaan keimigrasian.

Presiden Afrika Selatan Perintahkan Penyelidikan

Menanggapi kedatangan warga Gaza secara misterius tersebut, Presiden Afrika Selatan, Bapak Cyril Ramaphosa, menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan penyelidikan menyeluruh. Ia menyatakan bahwa badan intelijen, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Hubungan dan Kerja Sama Internasional telah diminta untuk menilai situasi secara komprehensif.

“Kami akan melakukan evaluasi yang tepat dan melihat apa yang terjadi di masa depan,” ujar Bapak Ramaphosa dalam pernyataannya, Sabtu (15/11). Ia menambahkan bahwa kedatangan para warga Gaza terjadi dalam kondisi yang tidak lazim.

“Mereka adalah orang-orang dari Gaza yang entah bagaimana secara misterius dinaikkan ke pesawat yang melewati Nairobi dan tiba di sini,” imbuhnya dengan nada prihatin.

Pemerintah Afrika Selatan menegaskan komitmennya untuk menangani permasalahan kemanusiaan ini secara bertanggung jawab sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved