Bapak Arief Nugroho, Kepala BPS Sumbar, menjelaskan bahwa penurunan harga ini disebabkan oleh pemulihan pasokan bahan pokok ke pasar setelah distribusi terganggu akibat banjir besar akhir November 2025. “Seiring normalisasi distribusi logistik dan ketersediaan pasokan di pasar, harga kebutuhan pokok kembali stabil bahkan mengalami penurunan,” ujarnya di kantor BPS Padang, Selasa (21/1/2026).
Selain itu, faktor cuaca yang mulai stabil juga membantu mempercepat pemulihan produksi komoditas pertanian lokal. Ibuk Siti Marlina, pedagang sayur di Pasar Raya Padang, mengatakan, “Harga bawang merah dan cabai kini sudah lebih terjangkau. Pasokan dari petani kembali lancar sehingga kami bisa menjual dengan harga normal.” Suasana pasar terlihat lebih ramai dan aktivitas jual-beli berjalan lancar pada pagi hingga siang hari.
Menurut BPS, penurunan harga ini memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat terutama kelompok berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada kebutuhan pokok sehari-hari. Pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga agar inflasi tetap terkendali dan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga wajar.
Dengan kondisi harga yang mulai stabil, masyarakat di Sumatera Barat diharapkan dapat lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Langkah ini sekaligus menjadi bukti pemulihan ekonomi pascabanjir dan kesiapan pasar dalam menghadapi kebutuhan komoditas di awal tahun 2026.
Sumber: BPS Sumbar & Antara News



