Jembatan kembar Padang Panjang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Kerusakan ini menyebabkan terganggunya arus lalu lintas dan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Saat ini, proses perbaikan tengah dikebut oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dengan dukungan berbagai peralatan teknis.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Bapak Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa progres pengerjaan jembatan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ia melihat secara langsung kesiapan peralatan dan keseriusan pihak pelaksana dalam mempercepat proses perbaikan. Menurutnya, ketersediaan alat yang semakin lengkap menjadi faktor penting untuk mengejar target penyelesaian.
“Kini peralatan pendukung pengerjaan jembatan sudah semakin lengkap. Insyaallah, jelang libur Lebaran jembatan ini sudah dapat difungsikan kembali secara normal,” ujar Bapak Mahyeldi Ansharullah saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi peninjauan, Sabtu siang.
Lebih lanjut, Bapak Mahyeldi menjelaskan bahwa berdasarkan laporan teknis dari BPJN Sumatera Barat, perbaikan jembatan kembar tersebut tergolong pekerjaan yang cukup kompleks. Proses pengerjaan membutuhkan pemasangan ratusan tiang penyangga serta dukungan alat berat dalam jumlah besar. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelaksana di lapangan.
“BPJN menyampaikan, perbaikan ini membutuhkan pemasangan sekitar 726 tiang penyangga serta dukungan banyak alat berat. Saat ini juga sedang diupayakan penambahan delapan unit alat berat untuk mempercepat pengerjaan,” jelas Bapak Mahyeldi Ansharullah di sela-sela kegiatan peninjauan.
Meski demikian, Gubernur Sumatera Barat tersebut berharap seluruh tahapan perbaikan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya fungsi jembatan tersebut bagi kelancaran arus mudik dan distribusi logistik menjelang Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, pemulihan infrastruktur ini menjadi prioritas bersama.
“Itu tentu menjadi harapan kita bersama. Untuk kepastian teknisnya, nanti BPJN yang akan menjelaskan lebih lanjut,” tambah Bapak Mahyeldi Ansharullah.
Selain meninjau jembatan, Bapak Mahyeldi Ansharullah juga berkeliling memantau progres normalisasi sungai di kawasan Mega Mendung dan sekitarnya. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan sejumlah arahan dan instruksi kepada pihak BPJN Sumatera Barat agar pengerjaan dilakukan secara optimal, aman, dan sesuai standar teknis. Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan serta doa agar proses perbaikan berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Dengan percepatan perbaikan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap akses jalan nasional Padang–Bukittinggi dapat kembali normal dan aman dilalui. Normalisasi infrastruktur tersebut diharapkan mampu memulihkan aktivitas masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas menjelang dan selama libur Lebaran tahun ini.



