Kabasurau.co.id: Padang — Yayasan Dar el-Iman melalui Relawan Dareliman Peduli Surau TV bersama Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK terus memperkuat sinergi dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Kota Padang. Kolaborasi ini difokuskan pada masa transisi pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi bagi warga terdampak bencana. Selasa (6/1/2026).
Komitmen bersama tersebut terlihat saat Wali Kota Padang, Bapak Fadly Amran, melakukan peninjauan lapangan ke Gurun Laweh, Selasa (6/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bapak Wali Kota meninjau posko bantuan bersama yang didirikan oleh Yayasan Dar el-Iman melalui Relawan Dareliman Peduli Surau TV bekerja sama dengan UPI YPTK. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh program bantuan berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Di posko tersebut, relawan Yayasan Dar el-Iman tidak hanya menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana. Para relawan juga aktif membantu membersihkan rumah warga, memperbaiki aliran sungai, serta menangani material sisa banjir. Kegiatan tersebut dilakukan bersama mahasiswa UPI YPTK dan warga setempat dalam semangat gotong royong.
Dalam keterangannya di sela peninjauan, Bapak Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas peran Yayasan Dar el-Iman dan UPI YPTK dalam membantu warga terdampak. Ia menilai kolaborasi lintas lembaga ini memberikan dampak nyata bagi percepatan pemulihan pascabencana. “Kontribusi Yayasan Dar el-Iman bersama UPI YPTK dan para relawan sangat kami apresiasi. Kerja sama ini penting untuk memastikan proses pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana berjalan dengan baik,” ujar Bapak Fadly Amran. Selasa (6/1/2026).
Bapak Fadly Amran juga menjelaskan bahwa Pemko Padang telah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan kepada warga terdampak yang tidak menempati Hunian Sementara (Huntara). Secara keseluruhan, penerima DTH di Kota Padang mencapai 370 kepala keluarga. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah selama masa transisi pemulihan.
Selain bantuan dari pemerintah daerah, Pemko Padang memastikan adanya dukungan dari pemerintah pusat bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Bapak Fadly Amran menyebutkan bahwa rumah rusak ringan akan menerima bantuan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, sedangkan rumah rusak berat atau hanyut akan dibangunkan hunian tetap. “Bapak dan Ibuk rumahnya sudah didata. Bantuan dari pemerintah pusat akan diberikan sesuai kategori kerusakan,” jelasnya kepada warga. Selasa (6/1/2026).
Ketua Yayasan Dar el-Iman, Buya Muhammad Elvi Syam, menyampaikan bahwa posko bantuan bersama di Gurun Laweh telah beroperasi sejak akhir November 2025. Posko tersebut menyediakan dapur umum gratis dengan layanan makan tiga kali sehari serta dapur hangat berupa gorengan untuk warga. Selain itu, pihaknya juga menyalurkan sembako, air bersih, pakaian, serta layanan trauma healing bagi korban bencana.
Buya Muhammad Elvi Syam menambahkan bahwa Yayasan Dar el-Iman juga membantu normalisasi sungai dengan menurunkan alat berat. Para relawan turut membersihkan rumah warga dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya pemulihan. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan dan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Rektor UPI YPTK, Bapak Muhammad Ridwan, menyatakan kesiapan pihak kampus untuk terus bersinergi dengan Pemko Padang dan Yayasan Dar el-Iman. Ia menegaskan bahwa UPI YPTK siap menurunkan sekitar 400 mahasiswa sebagai relawan sesuai hasil asesmen kebutuhan dari pemerintah daerah. “Kami siap mendukung penuh dan menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya. Selasa (6/1/2026).
Melalui sinergi antara Yayasan Dar el-Iman, Pemko Padang, dan UPI YPTK, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Kota Padang dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan. Pemerintah dan seluruh mitra terkait menegaskan komitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi kembali pulih sepenuhnya.
Reporter: Ilvan | Redaksi: Kabasurau.co.id



