Kejadian nahas tersebut terjadi pada pukul 07.30 WIB ketika kendaraan jenis minibus dan truk kontainer bertabrakan berturut-turut. Kepala Polres Tanah Datar, menjelaskan bahwa kondisi jalan yang basah dan jarak pandang terbatas menjadi faktor pemicu kecelakaan beruntun tersebut. “Kami telah mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan,” ujar Bapak Andri Yusri, Selasa pagi (21/1/2026).
Para korban yang meninggal langsung dibawa ke RSUD Padang Panjang untuk proses identifikasi, sedangkan korban luka dirawat intensif di RS Yarsi Padang Panjang. Petugas medis melaporkan bahwa sebagian luka yang dialami korban cukup serius, termasuk patah tulang dan cedera internal, sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.
Warga sekitar menyatakan suasana lokasi kecelakaan sangat mencekam, dengan suara benturan keras dan kepulan asap dari kendaraan yang ringsek. Ibuk Siti Aminah, salah seorang saksi mata, menceritakan, “Saya sedang melewati jalan itu ketika truk dan minibus bertabrakan. Suasananya sangat menakutkan dan banyak orang berlarian untuk membantu korban.” Suasana penanganan korban berlangsung hingga siang hari dengan melibatkan relawan dan petugas kepolisian.
Pihak kepolisian menegaskan akan melakukan investigasi menyeluruh termasuk memeriksa kondisi kendaraan, rekaman CCTV, dan keterangan saksi untuk memastikan penyebab utama kecelakaan. Bapak Andri Yusri menambahkan, pihaknya juga akan menindaklanjuti setiap kelalaian yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serupa di masa depan.
Kecelakaan beruntun ini menjadi peringatan bagi pengendara di wilayah Sumatera Barat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada kondisi jalan licin dan cuaca yang tidak menentu. Masyarakat diimbau agar mematuhi rambu lalu lintas dan membatasi kecepatan kendaraan demi keselamatan bersama.
Sumber: sumbar.antaranews.com



