Kabasurau.co.id: NABIRE — Kepolisian Resor Nabire mulai melakukan penyelidikan awal terkait insiden jatuhnya pesawat perintis milik maskapai Smart Air di perairan Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/1/2026). Penyelidikan dilakukan guna mendukung proses investigasi keselamatan penerbangan yang tengah ditangani oleh instansi terkait. Pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS diketahui jatuh tidak lama setelah lepas landas dari Bandar Udara Douw Aturure Nabire.
Kepala Kepolisian Resor Nabire, Bapak AKBP Samuel Tatiratu, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Nabire, Rabu (28/1/2026), menyatakan bahwa pihak kepolisian fokus pada pengamanan lokasi kejadian dan pengumpulan keterangan awal. Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada faktor eksternal yang membahayakan keselamatan penerbangan. “Kami melakukan pengamanan lokasi pesawat dan berkoordinasi dengan KNKT serta Kementerian Perhubungan,” ujar Bapak AKBP Samuel Tatiratu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pesawat mengangkut 13 orang, terdiri atas 11 penumpang dan dua awak pesawat. Seluruh penumpang dan kru berhasil menyelamatkan diri setelah pesawat melakukan pendaratan darurat di perairan dangkal. Polisi memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kondisi para penumpang dinyatakan stabil setelah mendapatkan penanganan medis.
Dalam proses penyelidikan awal, kepolisian telah meminta keterangan dari pilot, awak pesawat, serta sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, aparat juga melakukan pengamanan terhadap badan pesawat untuk mencegah kerusakan tambahan sebelum proses investigasi teknis dilakukan. Penyelidikan ini bersifat pendukung dan tidak menggantikan kewenangan investigasi keselamatan penerbangan oleh KNKT.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara profesional dan transparan. Aparat juga memastikan situasi keamanan di sekitar Bandara Nabire tetap kondusif pascakejadian. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mempercayakan penanganan insiden ini kepada aparat berwenang.
Sebagai penutup, Kepolisian Resor Nabire menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh investigasi resmi yang dilakukan KNKT dan Kementerian Perhubungan. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kejadian serta menjadi bahan evaluasi demi meningkatkan keselamatan penerbangan di wilayah Papua Tengah.
Sumber: Detik.com



