Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi sebagai strategi mempercepat peningkatan kapasitas riset, inovasi, dan daya saing global universitas Indonesia. Kerja sama yang direncanakan mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan teknologi masa depan.
> “Kolaborasi pendidikan tinggi harus diarahkan untuk menghasilkan riset yang berdampak nyata dan lulusan yang mampu bersaing secara global,” ujar Bapak Prabowo Subianto dalam pertemuan tersebut, Selasa (27/1/2026).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan bahwa Inggris dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang kuat serta rekam jejak panjang dalam riset dan inovasi. Sejumlah universitas terkemuka Inggris disebut telah menjalin komunikasi awal dengan perguruan tinggi di Indonesia.
Pemerintah juga menilai kerja sama ini sejalan dengan agenda nasional transformasi pendidikan dan penguatan riset. Melalui kolaborasi internasional, perguruan tinggi Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, paten, serta kontribusi terhadap pemecahan persoalan pembangunan nasional.
Selain itu, kerja sama Indonesia–Inggris di bidang pendidikan tinggi juga diharapkan membuka akses pendanaan riset dan memperluas jejaring akademik internasional bagi dosen dan peneliti Indonesia. Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan kebijakan agar kemitraan tersebut berjalan berkelanjutan dan saling menguntungkan.
Sebagai penutup, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan kerja sama pendidikan internasional merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Pemerintah akan memastikan bahwa setiap bentuk kolaborasi memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Sumber: CNBC Indonesia



