Acara yang berlangsung pada siang hari itu diawali dengan sambutan dari sejumlah pihak terkait serta doa bersama sebelum prosesi peletakan batu pertama dilakukan. Suasana kegiatan tampak khidmat namun penuh antusiasme dari masyarakat dan para siswa yang hadir menyaksikan langsung momentum pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. Pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie sendiri merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Program Revitalisasi SMK Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Bapak Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa pembangunan relokasi sekolah tersebut tidak hanya sekadar memindahkan bangunan lama ke lokasi baru. Menurutnya, pembangunan itu merupakan bagian dari upaya besar untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja di masa mendatang. Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan di hadapan para undangan, guru, dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kita menyadari bahwa tantangan zaman menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam keterampilan,” ujar Bapak Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya pada kegiatan peletakan batu pertama relokasi sekolah tersebut.
Lebih lanjut, Bapak Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memiliki komitmen kuat untuk terus memajukan pendidikan vokasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas akses pendidikan kejuruan agar semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan. Menurutnya, peningkatan akses pendidikan menjadi kunci untuk mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di dunia industri.
“Kita menargetkan Angka Partisipasi Kasar SMK mencapai sekitar 30 persen. Artinya kesempatan belajar harus semakin terbuka bagi anak-anak di seluruh daerah, termasuk di Sasak Ranah Pasisie ini,” kata Bapak Mahyeldi Ansharullah dalam kesempatan tersebut.
Selain memperluas akses pendidikan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di sekolah kejuruan. Hal tersebut dilakukan melalui penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa serta peningkatan mutu proses pembelajaran di sekolah. Upaya tersebut dinilai penting karena keberhasilan pendidikan vokasi juga ditentukan oleh tingkat kesiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja.
“Untuk itu kita menargetkan tingkat penyerapan lulusan SMK dapat mencapai lebih dari 80 persen. Hal ini tentu membutuhkan sinergi yang kuat antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri,” jelas Bapak Mahyeldi Ansharullah saat menyampaikan arah kebijakan pendidikan vokasi di Sumatera Barat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Bapak Desman, menyampaikan bahwa relokasi sekolah tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas pembelajaran bagi para siswa. Ia menjelaskan bahwa selama ini minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie cukup tinggi. Namun keterbatasan ruang belajar menjadi salah satu kendala dalam menampung jumlah siswa yang terus bertambah.
“Selama ini banyak masyarakat Sasak Ranah Pasisie yang ingin menyekolahkan anaknya di sini, tetapi keterbatasan ruang belajar menjadi kendala. Kami berharap pembangunan ini dapat membuka peluang bagi lebih banyak siswa untuk belajar seiring dengan meningkatnya daya tampung,” ujar Bapak Desman saat memberikan keterangan dalam kegiatan tersebut.
Selain prosesi peletakan batu pertama pembangunan sekolah, pada kesempatan tersebut Bapak Mahyeldi Ansharullah juga menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp25 juta kepada pihak sekolah. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter siswa di lingkungan sekolah. Tidak hanya itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan Al-Qur’an sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Ketua Komite SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, serta berbagai unsur masyarakat. Hadir pula para tokoh adat seperti niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai dari Nagari Sasak yang turut memberikan dukungan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. Kehadiran berbagai unsur masyarakat itu menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi di daerah tersebut.
Dengan dimulainya pembangunan relokasi sekolah ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie dapat berkembang menjadi pusat pendidikan vokasi yang unggul di wilayah Pasaman Barat. Keberadaan sekolah dengan fasilitas yang lebih memadai diharapkan mampu mencetak generasi muda yang kompeten, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan. Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Sumatera Barat.
Sumber: Humas Sumbar



