Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Iran Pertimbangkan Transaksi Yuan di Selat Hormuz, Potensi Guncang Dominasi Dolar Global

Kabasurau.co.id: Teheran — Pemerintah Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan kebijakan baru terkait lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. Berdasarkan laporan media internasional, kebijakan tersebut membuka kemungkinan bagi kapal tanker untuk tetap melintas dengan syarat transaksi minyak dilakukan menggunakan mata uang yuan China. Langkah ini dinilai sebagai sinyal perubahan besar dalam dinamika perdagangan energi global.

Mengutip laporan CNN, otoritas di Teheran sedang mengkaji skema pembatasan jumlah kapal tanker yang diizinkan melintas di Selat Hormuz. Dalam suasana meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan dan aktivitas diplomatik yang intens, wacana tersebut muncul sebagai bagian dari strategi ekonomi dan politik Iran. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang menetapkan kebijakan tersebut secara final, namun pembahasan disebut terus berlangsung di tingkat pemerintahan.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut sempit yang memiliki peran krusial dalam distribusi energi global. Diperkirakan sekitar 20 hingga 25 persen perdagangan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari. Oleh karena itu, setiap perubahan kebijakan atau gangguan keamanan di kawasan ini berpotensi langsung memengaruhi harga minyak dunia serta stabilitas ekonomi internasional.

Kebijakan penggunaan yuan dalam transaksi minyak disebut-sebut sebagai upaya Iran untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat. Langkah ini juga dipandang sebagai respons terhadap sanksi ekonomi Barat yang masih diberlakukan terhadap Teheran. Dalam beberapa tahun terakhir, China tercatat sebagai salah satu pembeli utama minyak Iran, sehingga penggunaan yuan dinilai memiliki dasar ekonomi yang kuat.

Sementara itu, laporan dari Reuters menyebutkan bahwa meningkatnya ketegangan di kawasan telah memengaruhi aktivitas pelayaran. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah kapal tanker dilaporkan menunda perjalanan atau bahkan menghindari Selat Hormuz karena meningkatnya risiko keamanan. Situasi ini menambah kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, para analis menilai langkah Iran dapat menjadi tantangan signifikan terhadap dominasi dolar dalam perdagangan energi internasional selama beberapa dekade terakhir. Perubahan sistem transaksi ini berpotensi mendorong pergeseran keseimbangan ekonomi global, terutama dalam sektor energi. Hal ini juga dapat memperkuat posisi yuan sebagai alternatif mata uang dalam perdagangan internasional.

Hingga saat ini, perkembangan situasi di kawasan masih terus dipantau oleh komunitas internasional. Negara-negara konsumen energi dan pelaku pasar global mencermati setiap langkah yang diambil Iran terkait akses ke Selat Hormuz. Pemerintah dan pelaku industri di berbagai negara diharapkan tetap waspada terhadap dinamika yang dapat memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.

Sumber: Kompas.com
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved