Kabasurau.co.id: TEHERAN – Pemerintah Iran menegaskan bahwa program rudal balistiknya tidak ditujukan untuk mengancam negara di luar kawasan, termasuk Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Bapak Abbas Araghchi, dalam wawancara eksklusif bersama NBC News di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. (8/3/2026).
Dalam wawancara yang berlangsung di Teheran pada pekan ini, Bapak Araghchi menjelaskan bahwa Iran secara sengaja membatasi jangkauan rudal balistiknya di bawah 2.000 kilometer. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pertahanan nasional yang bersifat defensif. Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kekuatan militer Iran tidak dipersepsikan sebagai ancaman bagi negara-negara di luar kawasan Timur Tengah.
Lebih lanjut, Bapak Araghchi membantah tuduhan yang dilontarkan oleh pemerintah Amerika Serikat terkait kemampuan rudal Iran untuk menjangkau wilayah daratan AS. Dalam suasana wawancara yang berlangsung formal dan terfokus, ia menyatakan bahwa klaim tersebut tidak didukung oleh bukti intelijen yang valid. “Tidak ada bukti intelijen yang menunjukkan kami memiliki rencana untuk rudal antarbenua,” ujarnya dengan tegas.
Pada kesempatan yang sama, Bapak Araghchi juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas global melalui transparansi kebijakan militer. Ia menyampaikan bahwa pembatasan jangkauan rudal merupakan bentuk komitmen Iran untuk meredakan kekhawatiran internasional. Menurutnya, narasi yang menyebut Iran sebagai pihak agresif sering kali tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Selain itu, Bapak Araghchi menilai bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat dapat memperburuk situasi geopolitik yang sudah sensitif. Ia mengimbau komunitas internasional untuk mengedepankan dialog dan verifikasi fakta dalam menilai kebijakan pertahanan suatu negara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks meningkatnya sorotan global terhadap aktivitas militer Iran.
Dengan penegasan ini, pemerintah Iran berharap dapat mengurangi ketegangan dan membangun kepercayaan di tingkat internasional. Bapak Araghchi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen pada prinsip pertahanan dan stabilitas kawasan. Ia juga menyatakan kesiapan negaranya untuk berdialog demi menciptakan situasi global yang lebih aman dan kondusif.
Sumber: NBC News



