Kabasurau.co.id: Teheran — Republik Islam Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi baru setelah Seyyed Mojtaba Khamenei diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang wafat. Penetapan ini dilakukan di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi perhatian dunia karena terjadi dalam kondisi konflik regional yang terus meningkat. (8/3/2026).
Keputusan ini diambil oleh Assembly of Experts, lembaga ulama yang secara konstitusional memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi negara. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Teheran pada Jumat (27/3/2026), Majelis Ahli menegaskan bahwa sidang luar biasa telah digelar segera setelah wafatnya Bapak Ali Khamenei. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di tingkat tertinggi negara.
Dalam suasana sidang yang berlangsung tertutup dan penuh kehati-hatian, Majelis Ahli menyatakan bahwa proses pemilihan dilakukan melalui pembahasan dan peninjauan menyeluruh sesuai dengan ketentuan konstitusi Iran. “Pemilihan ini diputuskan melalui dukungan mayoritas anggota setelah melalui kajian mendalam,” demikian pernyataan resmi yang dibacakan dalam forum tersebut. Pernyataan itu menegaskan legitimasi konstitusional atas penunjukan Bapak Mojtaba sebagai pemimpin baru.
Dengan pengangkatan ini, Bapak Mojtaba Khamenei tercatat sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam Iran 1979. Ia mengikuti jejak Ruhollah Khomeini dan Bapak Ali Khamenei yang sebelumnya memimpin negara tersebut. Suksesi ini menandai babak baru dalam kepemimpinan politik dan keagamaan Iran.
Dalam penutup pernyataannya, Majelis Ahli mengajak seluruh rakyat Iran, para ulama, serta kalangan intelektual untuk memberikan baiat kepada pemimpin baru. Ajakan tersebut disampaikan dalam suasana nasional yang penuh tantangan, dengan penekanan pada pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas negara. Seruan ini juga menjadi sinyal konsolidasi internal di tengah tekanan eksternal yang semakin kuat.
Perubahan kepemimpinan ini terjadi saat kawasan Timur Tengah tengah menghadapi eskalasi konflik yang signifikan. Kondisi tersebut menjadikan suksesi di Iran sebagai salah satu perkembangan geopolitik paling penting dalam waktu dekat. Pemerintah Iran diharapkan mampu menjaga stabilitas domestik sekaligus memainkan peran strategis di tengah dinamika regional yang terus berkembang.
Sumber: BBC



