PADANG, 1 Juli 2026 — Daurah Syar'iyyah Intensif yang membahas kitab Syarh as-Sunnah karya Imam Al-Muzani rahimahullah resmi dibuka pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi melalui Atase Agama Kedutaan Besar Penjaga Dua Tanah Suci Kerajaan Arab Saudi di Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Wakil kepala Atase Agama, Syeikh Barak Bin Abdullah Al Amir menegaskan pentingnya membangun dakwah yang berlandaskan ilmu, mengikuti manhaj Rasulullah ﷺ, serta menjaga persatuan umat dan stabilitas bangsa.
Dalam sambutannya juga disampaikan salam dan permohonan maaf dari Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Syekh Ahmad bin Isa Al-Hazimi, yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda resmi lainnya di Ibu Kota Jakarta.
Pembukaan daurah ini disebut sebagai bagian dari program pembinaan keilmuan yang dilaksanakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi melalui Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia. Program tersebut mendapat arahan dan perhatian langsung dari Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi, Syekh Dr. Abdul Latif bin Abdul Aziz Al Asy-Syaikh.
Dalam sambutannya, Syeikh berharap agar ilmu yang diperoleh selama mengikuti daurah dapat menjadi bekal untuk memperkuat dakwah Islam di tengah masyarakat. Dakwah, menurutnya, merupakan amal mulia sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
Peserta Dauroh juga diingatkan agar senantiasa menjadikan Rasulullah ﷺ dan para sahabat sebagai teladan dalam menjalankan dakwah. Hal itu sesuai dengan firman Allah Ta'ala, "Katakanlah, inilah jalanku. Aku mengajak kepada Allah di atas bashirah (ilmu yang nyata), aku dan orang-orang yang mengikutiku." Oleh karena itu, dakwah harus dibangun di atas ilmu, hikmah, dan pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam.
Selain memperdalam ilmu syar'i, para peserta juga diajak memanfaatkan kesempatan mengikuti program ilmiah tersebut sebaik-baiknya. Mereka diimbau untuk menghiasi diri dengan akhlak Nabi Muhammad ﷺ, memperbaiki adab dalam bermuamalah, serta menjauhi sikap fanatisme golongan dan berbagai bentuk perpecahan yang dapat merusak persatuan umat.
Dalam sambutan tersebut juga ditekankan pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas negara. Para dai dan penuntut ilmu diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, menyampaikan kebenaran dengan hikmah, serta menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan mendukung terciptanya ketenteraman di lingkungan masing-masing.
Di penghujung sambutan, disampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang terus memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan program-program dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia, serta kepada Pemerintah Republik Indonesia yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada seluruh panitia, narasumber, dan pihak-pihak yang telah bekerja sama sehingga Daurah Syar'iyyah Intensif ini dapat terlaksana dengan baik.
Melalui penyelenggaraan daurah ini diharapkan lahir para dai dan penuntut ilmu yang memiliki pemahaman agama yang benar, berakhlak mulia, serta mampu menyebarkan dakwah Islam yang moderat, ilmiah, dan membawa kemaslahatan bagi umat serta bangsa.
Daurah Syar'iyyah Intensif diselenggarakan selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2026, di UPI Convention Center, Padang. Kegiatan ini menghadirkan ulama dari Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Abdurrahman Sa'ad Al-'Ushaimi hafizhahullāh, sebagai pemateri utama.
Penyelenggaraan daurah merupakan hasil sinergi antara Atase Agama Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, Yayasan Dar El Iman serta Universitas Putra Indonesia "YPTK" Padang. (DH/MTD)



