Instruksi Presiden tersebut disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara, Bapak Prasetyo Hadi, dalam keterangan resmi kepada awak media di Jakarta, Kamis (waktu setempat). Dalam suasana rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, Bapak Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden memberikan perhatian serius terhadap keselamatan masyarakat serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi. Menurutnya, potensi banjir besar harus diantisipasi sejak dini melalui langkah-langkah mitigasi yang terukur dan berbasis teknologi.
“Bapak Presiden menekankan pentingnya percepatan dan peningkatan intensitas Operasi Modifikasi Cuaca sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana hidrometeorologi. Pemerintah tidak ingin menunggu dampak yang lebih luas sebelum bertindak,” ujar Bapak Prasetyo Hadi saat memberikan pernyataan kepada media. Ia menambahkan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.
Lebih lanjut, pemerintah pusat menginstruksikan adanya koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam kegiatan koordinasi tersebut, seluruh pihak diminta untuk melipatgandakan upaya penyemaian garam ke awan-awan hujan yang berpotensi memasuki wilayah daratan Jabodetabek. Operasi ini dilakukan secara terencana dengan mempertimbangkan data meteorologi terkini.
Strategi Operasi Modifikasi Cuaca ini bertujuan untuk mempercepat proses turunnya hujan agar terjadi di wilayah perairan atau laut sebelum awan hujan bergerak ke kawasan padat penduduk. Dengan demikian, volume curah hujan yang jatuh di wilayah daratan dapat ditekan secara signifikan. Pemerintah berharap langkah ini mampu mengurangi beban sistem drainase serta menekan risiko banjir di wilayah rawan genangan.
Melalui peningkatan frekuensi dan cakupan Operasi Modifikasi Cuaca, pemerintah optimistis dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalisir. Selain itu, langkah preventif ini diharapkan mampu mencegah kerugian material maupun gangguan aktivitas masyarakat akibat banjir. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait seiring dengan perkembangan kondisi cuaca di wilayah Jabodetabek.
Sumber: Okezone



