Kabasurau.co.id: BANDUNG BARAT — Proses identifikasi korban meninggal dunia akibat bencana longsor dan banjir bandang di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih terus berlangsung hingga Rabu (28/1/2026). Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri bekerja intensif untuk memastikan identitas para korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Proses ini menjadi tahapan penting dalam penanganan pascabencana yang menelan puluhan korban jiwa.
Kepala Biro Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Barat, Ibuk Kombes Pol. Nurtini, menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan medis, sidik jari, serta pencocokan data antemortem dari keluarga korban. Hingga Rabu siang, sejumlah jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Proses identifikasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
“Tim DVI bekerja secara profesional dan hati-hati agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses identifikasi. Kami berupaya semaksimal mungkin agar seluruh korban dapat segera dikenali dan dipulangkan kepada keluarga,” ujar Ibuk Kombes Pol. Nurtini saat memberikan keterangan pers di Pos DVI Cisarua, Rabu (28/1/2026). Ia menambahkan bahwa kecepatan proses sangat bergantung pada kelengkapan data yang diberikan oleh pihak keluarga.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Bapak Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa Polri berkomitmen mendukung penuh proses kemanusiaan dalam penanganan bencana tersebut. Menurutnya, seluruh jajaran Polda Jawa Barat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, pengamanan lokasi, serta pendampingan terhadap keluarga korban. “Penanganan korban bencana ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan dengan empati dan ketelitian,” kata Bapak Irjen Pol. Akhmad Wiyagus.
Selain identifikasi korban, aparat kepolisian juga mengamankan area sekitar lokasi longsor untuk mencegah aktivitas warga di zona berbahaya. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi longsor susulan yang masih mungkin terjadi akibat kondisi tanah yang labil. Masyarakat diimbau untuk mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Dengan masih berjalannya proses identifikasi, pihak kepolisian meminta keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke Posko DVI dengan membawa data pendukung. Pemerintah berharap seluruh proses dapat diselesaikan dengan baik sehingga hak para korban dan keluarga dapat terpenuhi. Upaya ini menjadi bagian dari penanganan kemanusiaan yang mengedepankan kepastian, ketepatan, dan rasa keadilan bagi para korban bencana.
Sumber: Kompas.com



