Gubernur Sumatera Barat, Bapak Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemerintah daerah di Sumbar. Hal itu disampaikannya di Padang, Sabtu (24/1/2026), usai menerima apresiasi dari Bank Indonesia. Menurutnya, transformasi digital yang dijalankan telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan penguatan ekonomi daerah.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh pemerintah daerah di Sumatera Barat yang terus berupaya memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, meningkatkan transparansi, serta mempermudah akses layanan publik melalui sistem digital,” ujar Bapak Mahyeldi Ansharullah dalam suasana kegiatan apresiasi yang berlangsung di Padang. Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut akan terus diperkuat secara berkelanjutan. Pemprov Sumbar, lanjutnya, tidak bekerja sendiri, melainkan bersinergi dengan Bank Indonesia dan seluruh kabupaten serta kota.
Lebih lanjut, Bapak Mahyeldi menjelaskan bahwa Pemprov Sumbar bersama Bank Indonesia secara konsisten mendorong percepatan digitalisasi di 19 kabupaten dan kota. Upaya tersebut meliputi perluasan penggunaan kanal pembayaran non-tunai, optimalisasi QRIS, serta penguatan sistem pembayaran digital pada berbagai layanan pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang modern dan adaptif.
“Digitalisasi bukan sekadar tuntutan zaman, tetapi kebutuhan untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, akuntabel, dan inklusif. Kita ingin manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambah Bapak Mahyeldi Ansharullah. Ia juga menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut secara optimal. Menurutnya, digitalisasi harus berpihak pada kemudahan dan keamanan masyarakat.
Dalam ajang Bank Indonesia Award 2025, Pemprov Sumbar berhasil meraih penghargaan tingkat nasional sebagai Pemerintah Provinsi Penggerak Ekonomi Digital Nasional Terbaik Wilayah Sumatera. Selain itu, pada Championship TP2DD 2025, Pemerintah Kota Payakumbuh meraih peringkat pertama sebagai TP2DD terbaik wilayah Sumatera. Kabupaten Sijunjung juga mencatatkan prestasi sebagai peringkat kedua terbaik kategori layanan sistem pembayaran.
Tidak hanya itu, Bank Indonesia turut memberikan Apresiasi Mitra Pemerintah Kolaboratif 2025 kepada Pemprov Sumbar, Pemerintah Kota Padang Panjang, dan Pemerintah Kabupaten Solok. Penghargaan tersebut diberikan karena ketiga pemerintah daerah dinilai aktif membangun kolaborasi dan sinergi dalam mendukung percepatan digitalisasi daerah. Kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi program digitalisasi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Bapak Mohamad Abdul Majid Ikram, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pemerintah daerah penerima penghargaan. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam rangkaian kegiatan pemberian penghargaan yang berlangsung di Sumbar. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan komitmen kuat daerah dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital.
“Kami mengucapkan selamat kepada pemerintah daerah di Sumatera Barat atas raihan prestasi dalam ajang TP2DD 2025, BI Award 2025, serta Apresiasi Mitra Pemerintah Kolaboratif. Penghargaan ini mencerminkan komitmen bersama dalam mempercepat transformasi digital, memperkuat ekosistem pembayaran, serta menghadirkan layanan publik yang semakin inklusif, efisien, dan aman,” ujar Bapak Mohamad Abdul Majid Ikram. Ia menambahkan bahwa Bank Indonesia akan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
Menurutnya, sinergi yang telah terbangun perlu terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan digitalisasi daerah. Bank Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan sistem pembayaran digital yang aman dan andal. Digitalisasi tersebut diharapkan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing.
Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Sumatera Barat sebagai salah satu provinsi terdepan di wilayah Sumatera dalam mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci keberhasilan transformasi tersebut. Ke depan, Pemprov Sumbar berkomitmen melanjutkan langkah strategis guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sumber: Humas Sumbar



