Suasana forum tampak sibuk sejak hari pertama, Selasa (21/1/2026), dengan berbagai sesi diskusi dan konferensi pers. Ibuk Angela Meier, jurnalis dari Jerman, melaporkan, “Davos 2026 dipenuhi oleh perwakilan resmi dari berbagai negara, lembaga keuangan internasional, dan pemimpin bisnis. Fokus utama adalah pada pemulihan ekonomi global dan solusi inovatif menghadapi krisis energi dan geopolitik.” Para peserta mengikuti diskusi panel, presentasi data ekonomi, dan pertemuan bilateral yang bersifat strategis.
Dalam forum ini, Bapak Donald Trump, Presiden AS, menekankan isu keamanan strategis Greenland dan kerja sama perdagangan internasional. Selain itu, pertemuan membahas risiko perubahan iklim, inovasi teknologi, dan investasi infrastruktur di berbagai belahan dunia. Forum ini diharapkan dapat menciptakan konsensus global dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan politik internasional.
Para pemimpin dunia juga membahas tantangan sosial-ekonomi, termasuk pengurangan kemiskinan, pembangunan berkelanjutan, dan digitalisasi ekonomi. Ibuk Maria Sanchez, pengamat ekonomi dari Spanyol, menyatakan, “Davos bukan sekadar forum ekonomi, tetapi platform diplomasi multilateral untuk memecahkan masalah global secara kolektif.” Diskusi ini dilakukan melalui sesi resmi dan informal yang memungkinkan terciptanya kesepakatan strategis antarnegara.
Kegiatan WEF Davos 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 23 Januari 2026, dengan hasil rekomendasi yang diharapkan menjadi panduan kebijakan global bagi pemerintah dan sektor swasta. Forum ini menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan ekonomi, politik, dan lingkungan secara terpadu. Keberhasilan pertemuan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi stabilitas dan pertumbuhan global pada tahun 2026.
Sumber: CNBC Indonesia



