بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.
Keimanan seorang muslim tidak hanya dibangun di atas ibadah yang tampak, tetapi juga di atas keyakinan terhadap perkara-perkara gaib yang diberitakan Allah dan Rasul-Nya. Di antara perkara gaib tersebut adalah keimanan kepada malaikat, penciptaan Nabi Adam ‘alaihissalām, serta keyakinan terhadap takdir Allah yang penuh hikmah.
Semua itu merupakan fondasi akidah yang harus dipahami berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Malaikat: Makhluk Mulia yang Selalu Taat
Allah menciptakan malaikat sebagai makhluk yang mulia. Mereka diciptakan dari cahaya sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ:
"Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian."
Malaikat bukanlah makhluk yang memiliki hawa nafsu sebagaimana manusia. Mereka tidak pernah membangkang kepada Allah sedikit pun.
Allah berfirman:
"...Mereka tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
Seluruh kehidupan malaikat dipenuhi dengan ibadah. Ada yang memikul Arsy Allah, ada yang senantiasa bertasbih siang dan malam tanpa pernah merasa lelah, ada yang menyampaikan wahyu kepada para nabi, ada yang mengatur berbagai urusan alam semesta atas perintah Allah, dan ada pula yang ditugaskan mencatat amal manusia.
Mereka adalah tentara Allah yang jumlahnya tidak terhitung.
Allah berfirman:
"Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu selain Dia."
Betapa Besarnya Ciptaan Malaikat
Hadis-hadis Nabi ﷺ menggambarkan betapa agungnya penciptaan malaikat.
Jibril ‘alaihissalām pernah dilihat Rasulullah ﷺ dalam bentuk aslinya dengan enam ratus sayap yang memenuhi cakrawala.
Dalam hadis lain disebutkan bahwa salah satu malaikat pemikul Arsy memiliki jarak antara daun telinga hingga bahunya sejauh perjalanan ratusan tahun.
Jumlah mereka pun sangat banyak.
Pada peristiwa Isra Mi'raj, Rasulullah ﷺ diperlihatkan Baitul Ma'mur yang setiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat. Setelah keluar, mereka tidak pernah kembali lagi karena begitu banyaknya malaikat yang bergantian beribadah di sana.
Langit yang kita lihat tampak luas dan kosong, padahal Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidak ada tempat seukuran empat jari kecuali di sana terdapat malaikat yang sedang rukuk, sujud, atau berdiri menghadap Allah.
Semua ini semakin menunjukkan betapa besar kerajaan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.
Beriman kepada Malaikat Sesuai Dalil
Ahlus Sunnah tidak membangun keyakinan berdasarkan khayalan atau cerita-cerita yang tidak jelas sumbernya.
Kita hanya mengimani apa yang datang dalam Al-Qur'an dan hadis-hadis yang sahih.
Kita mengetahui nama beberapa malaikat seperti Jibril, Mikail, Israfil, Malik penjaga neraka, serta malaikat pencatat amal.
Namun terhadap perkara-perkara yang tidak dijelaskan dalam wahyu, seorang mukmin tidak memaksakan diri untuk berspekulasi.
Sikap yang benar adalah beriman dan menyerahkan hakikatnya kepada Allah.
Penciptaan Nabi Adam dan Pelajaran Besar bagi Manusia
Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissalām dengan tangan-Nya sendiri sebagai bentuk kemuliaan yang Allah berikan kepada manusia pertama.
Sebelum diturunkan ke bumi, Adam tinggal di surga bersama istrinya, Hawa. Allah menghalalkan seluruh kenikmatan surga, kecuali satu pohon yang tidak boleh didekati.
Larangan tersebut mengandung pelajaran besar.
Allah tidak hanya melarang memakan buahnya, tetapi juga melarang mendekatinya.
Inilah kaidah penting dalam Islam: jangan mendekati pintu-pintu maksiat.
Seseorang yang sengaja mendekati sebab-sebab dosa sering kali akhirnya terjatuh ke dalam dosa itu sendiri.
Karena itu, Islam bukan hanya melarang zina, tetapi juga melarang mendekati zina. Bukan hanya mengharamkan khamar, tetapi juga seluruh jalan yang mengantarkan kepadanya.
Tipu Daya Setan yang Bertahap
Setan tidak selalu mengajak manusia kepada kekafiran secara langsung.
Ia bergerak perlahan.
Mula-mula membuat manusia malas beramal saleh.
Kemudian meremehkan sunnah.
Setelah itu melalaikan kewajiban.
Selanjutnya menghiasi dosa-dosa kecil hingga akhirnya menyeret kepada dosa-dosa besar.
Inilah sebabnya Allah berulang kali mengingatkan bahwa setan adalah musuh yang nyata.
Musuh yang paling berbahaya bukanlah yang menyerang secara terang-terangan, tetapi yang datang melalui bisikan halus sehingga manusia tidak menyadarinya.
Karena itu seorang muslim harus terus memperkuat keimanan, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, dan memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan.
Kesalahan Adam dan Indahnya Taubat
Nabi Adam memang melakukan kesalahan ketika memakan buah dari pohon yang dilarang.
Namun beliau tidak menyalahkan siapa pun.
Beliau tidak mencari alasan.
Beliau tidak membela diri.
Yang beliau lakukan adalah mengakui kesalahan.
Beliau berdoa:
"Ya Rabb kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi."
Inilah hakikat taubat.
Langkah pertama menuju ampunan Allah adalah mengakui dosa.
Orang yang merasa dirinya selalu benar akan sulit kembali kepada Allah.
Sebaliknya, orang yang menyadari kelemahannya akan lebih mudah memperoleh rahmat-Nya.
Memahami Takdir dengan Benar
Salah satu pembahasan penting dalam akidah adalah masalah takdir.
Allah telah menetapkan segala sesuatu sebelum menciptakan makhluk.
Namun penetapan tersebut tidak menghilangkan tanggung jawab manusia.
Karena Allah juga memberikan kemampuan memilih, akal, petunjuk, serta mengutus para rasul.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menjadikan takdir sebagai alasan untuk bermaksiat.
Padahal Rasulullah ﷺ melarang sikap tersebut.
Beliau bersabda:
"Beramallah kalian, karena setiap orang akan dimudahkan menuju apa yang telah ditetapkan baginya."
Artinya, manusia tetap wajib berusaha.
Takdir bukan alasan untuk meninggalkan amal saleh ataupun melakukan dosa.
Sebaliknya, takdir menjadi penghibur ketika musibah datang.
Saat kehilangan harta, sakit, atau tertimpa ujian di luar kemampuan kita, saat itulah kita mengucapkan:
"Qaddarallāhu wa mā syā'a fa‘al."
Allah telah menakdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.
Surga dan Neraka Telah Allah Persiapkan
Surga adalah negeri kenikmatan yang Allah siapkan bagi orang-orang beriman.
Kenikmatannya tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa di dalam surga terdapat kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.
Sebaliknya, neraka adalah tempat yang Allah siapkan bagi orang-orang kafir dan para pelaku maksiat yang tidak diampuni.
Ahlus Sunnah meyakini bahwa surga dan neraka telah ada sekarang.
Keduanya adalah ciptaan Allah yang kekal sesuai kehendak-Nya.
Keyakinan ini mendorong seorang mukmin untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi kemaksiatan.
Amal Bukan Harga Surga
Meskipun Islam sangat mendorong amal saleh, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa tidak seorang pun masuk surga semata-mata karena amalnya.
Beliau bersabda:
"Tidak ada seorang pun yang masuk surga karena amalnya."
Para sahabat bertanya, "Termasuk engkau wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab:
"Termasuk aku, kecuali apabila Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku."
Hadis ini tidak bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang menyebutkan bahwa surga diberikan karena amal.
Amal adalah sebab untuk memperoleh rahmat Allah, bukan harga yang sebanding dengan kenikmatan surga.
Surga adalah karunia yang jauh lebih besar daripada seluruh amal yang mampu dilakukan manusia.
Karena itu, seorang mukmin senantiasa menggabungkan antara amal, harapan, dan doa agar Allah menerima seluruh ibadahnya.
Penutup
Kajian tentang malaikat, kisah Nabi Adam, serta keimanan kepada takdir mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang membangun keseimbangan antara keyakinan dan amal.
Kita diperintahkan mengimani perkara-perkara gaib sebagaimana datang dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah tanpa menambah ataupun menguranginya. Kita juga diperintahkan untuk berusaha sebaik-baiknya dalam menaati Allah, menjauhi maksiat, dan tidak menjadikan takdir sebagai alasan untuk bermalas-malasan atau berbuat dosa.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang kokoh imannya, mencintai ketaatan sebagaimana para malaikat, mengambil pelajaran dari taubat Nabi Adam, istiqamah menghadapi godaan setan, serta dianugerahi rahmat-Nya hingga akhirnya memasuki surga-Nya yang penuh kenikmatan.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
Rabu, 1 Juli 2026 M | 16 Muharram 1448 H, 17.00 WIB s.d Selesai (SESI 3)
*Dauroh Syar'iyah Intensif 1448 H*
Kitab Syarhus Sunnah Lil Imam Al Muzani
Narasumber : Syaikh Dr. Abdurrahman Bin Saad Al Oshaimi
Naskah Transkrip (Accurate 95%) :
بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا، أما بعد. فهذا المجلس الثالث نسأل الله العون والتوفيق والسداد، اتفضل يا شيخ. بسم الله، والحمد لله. والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداه. أما بعد. قال الإمام المزني رحمه الله تعالى. خلق الخلق بمشيئته عن خير. الحاجة أن نغي. عن غيره يا شيخ؟ عن غير. عن، غير حاجة كانت به في. في نسخة منه، وفي نسخة عنه، لكن عن أولى هو صح. خلق الخلق بمشيئته عن غير حاجة كانت به، وخلق الملائكة لج، وخلق الملائكة جميعا لطاعته. وجبلهم على عبادته. فمنهم ملائكة بقدرته للعرش، حاملون، وطائفة منهم حول عرشه يسبحون، وآخرون بحمده يقدسون، واصطفى منهم رسلا إلى رسله، وبعض مدبرون لأمره. ثم خلق آدم بيده. نعم، هذه هي المسألة الثالثة من مسائل. الكتاب. المسألة الثالثة. وهي المتعلقة. بالملائكة عليهم السلام. والملائكة خلق من خلق الله كالجن والإنس. وهم خلق كريم. كله طهر وصفاء ونقاء. ويعبدون الله سبحانه وتعالى حق العبادة. ويقومون بتنفيذ أمره سبحانه وتعالى، ولا يعصون الله أبدا. والملائكة. بالملائكة أصل من أصول الإيمان. ودل عليه قول الله سبحانه وتعالى آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله. ودل أيضا عليه الحديث عمر بن الخطاب حديث الطويل، الذي ذكر فيه أركان الإسلام، وأركان الإيمان، وركن الإحسان. والملائكة. خلقت من نور. ويكفي ذلك. فإن النبي صلى الله عليه وسلم قال خلقت الملائكة من نور، وخلق الجان من مارج من نار، وخلق آدم مما وصف لكم. وهذا يكفي في معرفتي خلق الملائكة، إذ دلت الأدلة. وبعض. والصفات الواردة. في بيان حالهم وأعمالهم في كتاب الله وسنة نبيه صلى الله عليه وسلم، مما أغنى عن بعض التصورات التي قد تكون تصورات مغلوطة عن الملائكة عليهم السلام. ومتى خلق الملائكة؟ لم نخبر بذلك نصا، لكن المفهوم من قوله تعالى وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل في الأرض. خليفه أي أنه قد خلق الملائكة قبل قبل خلق أدم عليه السلام. ولذلك، أمرهم. بالسجود له. والملائكة. خلق عظيم. عظيم، من حيث العدد. ومن حيث الخلقة، ومن حيث الأعمال المنوطة بهم. ومن حيث الامتثال. لأمر الله سبحانه وتعالى. وهنا أيها الأخوة، أسوق بعض الأدلة. في بيان خلق هؤلاء الملائكة عليهم السلام. من ذلك؟ حديث مسروق قال كنت عند عائشة رضي الله عنها. فقالت يابا عائشة ثلاث من تكلم بواحدة منهن فقد أعظم على الله الفرية. قال وما هن؟ قالت من زعم أن محمدا صلى الله عليه وسلم رأى ربه، فقد أعظم الفرية. قال وكنت متكئا، فجلست، فقلت يا أم المؤمنين، أنظريني ولا تعجليني، ألم يقل الله ولقد رآه بالأفق المؤمنين، ولقد رآه نزلة أخرى؟ قالت أنا أول هذه الأمة، سأل عن ذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقال إنما هو جبريل، لم أره على صورته التي خلق عليها غير هاتين المرتين. رأيته منهبطا من السماء، سادا عظم خلقه ما بين السماء والأرض. والمرة الأولى التي رآها النبي يراها النبي صلى الله عليه وسلم. لما كان في الغار؟ وقول وكذلك أيضا من حديث مسروق. قال قالت إنما ذاك جبريل، كان يأتيه في صورة الرجال، وإنه أتاه في هذه المرة على صورته التي هي هو عليها، فسد أفق السماء. وقد جاء عن ابن مسعود رضي الله عنه، قال. رأى محمد صلى الله عليه وسلم جبريل له 600 جناح. وحديث جابر رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال أذن لي أن أحدث عن ملكي، عن ملك من ملائكة الله. من حملة العرش. إنما بين شحمة أذنه إلى عاتقه. مسيرة 700 عام. قد ورد أن هذا من. أه، أنه الملائكة الكروبيون، أو من حملة من حملة العرش. والملائكة أيها الأخوة، خلق من خلق الله عز وجل، يخلقهم كيف؟ كيف يشاء، لكنهم أصبحوا مثالا. لحسن الخلقة. حتى أن الناس. إذا أرادوا أن يقولوا عن إنسان أنه حسن أو جميل، قالوا كأنه. من الملائكة، أو كأنه ملك، وإذا أرادوا أن يبينوا عن قبحه، قالوا كأنه كأنه الشيطان. فهذه هي الصورة التي عليها الملائكة. عليهم السلام. والملائكة لهم مقام عند الله عظيم. لهم مقام ومنزلة. قال الله جل وعز إنه لقول رسول كريم ذي قوة عند ذي العرش مكين. وجبريل عليه السلام هو رئيس الملائكة، وهو أعظمهم منزلة. وقدر ا عند الله سبحانه وتعالى. وذلك أنه ينزل بالوحي على الأنبياء عليهم الصلاة والسلام. الرفاعة ابن رافع قال جاء جبريل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال ما تعدون أهل بدر فيكم؟ قال من أفضل المسلمين أو كلمة نحوها؟ قال وكذلك من شهد بدرا من الملائكة. فهذه من أعمالهم التي قاموا بها الجهاد، مع. الأنبياء. وأهل الديانة؟ والملائكة خلق كثير لا يعلم عددهم إلا الله سبحانه وتعالى، وما يعلم جنود ربك إلا هو. والملائكة لا يأكلون ولا يشربون. ولا يوصفون، لا بالذكورة، ولا بالأنوثة. ولا يتناكحون. فإن الله خلقهم لإنفاذ أمره ولطاعته وعبادته. ولم يخلقهم ليتكاثروا ويتناسلوا. قال النبي صلى الله عليه وسلم يؤتى بجهنم يومئذ لها. 70,000 زمام. مع كل زمام 70,000 ملك يجرونها. وفي حديث المعراج الحديث الطويل. قال رفع لي البيت المعمور، فقلت يا جبريل الما هذا؟ قال هذا البيت المعمور. يدخله كل يوم 70,000 ملك. إذا خرجوا منه لم يعودوا فيه. آخر ما عليهم. آخر ما عليهم. يعني لا يرجعون إلى هذا البيت المعمور منذ أن خلقه الله سبحانه وتعالى، وهذا يبين لنا عن الكثرة الكافرة لهؤلاء. الملائكة عليهم الصلاة والسلام. وقد صحح عن النبي صلى الله عليه وسلم قال أطت السماء، وحق لها أن تأط ما فيها موضع 40، إلا وفيه ملك ساجد، أو قائم يصلي ويدعي ربه، أو كما قال صلى الله عليه وسلم. وأعمالهم كثيرة وجليلة، منها ما أخبرنا الله عز وجل عنها، وما أخبرنا عنها النبي صلى الله عليه وسلم، ومنها أعمال أوكلها الله عز وجل إليهم، لم تصل إلينا من الكتاب والسنة. مذكورة في كتب السابقين، وفي. الإسرائيليات أعمال لبعض الملائكة، ولكن ما ثبت في الكتاب والسنة فيه فيه غنية في الإيمان في هذا الباب العظيم الذي أكد عليه. القرآن الكريم، وسنة النبي صلى الله عليه وسلم. إنه من أركان الإيمان. من ذلك أنهم يسبحون الليل والنهار، لا يفترون، لا يضعفون، ولا يتراخون. ولا يسأمون. والله جل وعز يقول فالذين عند ربك يسبحون له بالليل والنهار، وهم لا يسأمون. ثم. مما يذكر في هذا الباب، هل هم ينامون أو لا يعلمون؟ لا ينامون ظاهر النصوص، أنهم لا ينامون. والله سبحانه وتعالى أعلم بذلك. والملائكة، أيها الأخوة الذين يتنزلون إلى الأرض. يتنزلون بأمر الله سبحانه وتعالى، ولإنفاذ أمر الله عز وجل. وبالرحمة. وبي العقوبة. ولا يعصون الله ما أمرهم. ويفعلون ما يأمرون. وما نتنزل إلا بأمر ربك. والله جل وعز يقول تنزلوا الملائكة والروح فيها بإذن ربهم من كل أمر. ولكن، ينبغي، على. من أراد الإيمان في هذا الباب ألا يكثر من لما وكيف؟ فإن الله سبحانه وتعالى. لو أراد أن يطلعنا على كثير من الأمر، لأوحى إلى نبيه صلى الله عليه وسلم، أو لأنزله في القرآن، ولكن المراد هو الإيمان بما وردنا من النصوص. ولكنهم لا يأكلون ولا يشربون، ودليل ذلك. حديث ضيفي ابراهيم. لما جاؤوا إليه، فقربه إليهم، فقال ألا تأكلون؟ فأوجس منهم خيفة؟ قالوا لا تخف إذا. هؤلاء الملائكة لا يحتاجون الى الطعام والى اش، الى الشراب للبقاء على الحياة، ولا يحتاجونه للقوة. فلما رأى بهم لا تصلوا إليه، نكرهم، وأوجس منهم خيفة. ولذلك، الملائكة أيضا، كما قلت، لا يوصفون بالذكورة، ولا بالأنوثة. والمشركين. جعلوا لله عز وجل. ولدا؟ ولكنهم جعلو هذا الولد. من البنات؟ وهم يرون أن الرجل منهم إذا رزق البنات، فكأنه نقص. وإذا بشر أحدهم بالأنثى، ظل وجهه مسودا، وهو كظيم. يعني لا يرضون هذا لأنفسهم، ولكنهم يرضون أن يقولوا أن الملائكة، أن الملائكة بنات. بنات الله تعالى. وللملائكة أسماء لا نعرف منها إلا ما ورد به النص. فمنهم جبرائيل. وميكائيل. وردت به النصوص في القرآن الكريم. وأيضا من ألقاب جبريل الروح الأمين، نزل به الروح الأمين. على قلبك لتكون من المنذرين. وأيضا ممن عرفنا من أسمائهم إسرافيل عليه السلام، وهو المو الموكل بالنفخ في الصور. وفيه الحديث عائشة رضي الله عنها اللهم رب جبرائيل، وميكائيل وإسرافيل، فأطر السماوات والأرض، عالم الغيب والشهادة، أنت تحكم بين عبادك فيما كانوا فيه يختلفون. ومنهم مالك. ونادوا يا مالك ليقضي علينا ربك وهو خازن النار عليه السلام. ومالك له أعوان. عليها 19. ومنهم رضوان وهو خازن الجنة. وفي مسلم من حديث أنس. مرفوعا، قال آتي باب الجنة يوم القيامة، فأستفتحوا، فيقول الخازن من أنت؟ فأقول محمد، فيقول بك أمرت، لا أفتح لأحد قبلك. ومنهم أيضا من أسمائهم التي عرفناها منكر ونكير. وحديثهم في شأن عذاب القبر. ومنهم هاروت وماروت. وما كفر سليمان، ولكن الشياطين كفروا يعلمون الناس السحر. وما أنزل على الملكين ببابل هاروت وماروت، وما يعلمان من أحد، حتى يقولا، إنما نحن في أذنة فلا تكفر، ومنهم. ملكوا الموت. قيل إن هذا إسمه، وقيل إن هذا عمله. عمله، واسمه. ويقال عند عامة الناس عزرائيل، ولكنه لا يصح. ومنهم رقيب وعتيد، ما يلفظ من قول إلا لديه رقيب وعتيد. وقيل إن هذا رقيب وعيد أو صاف، له ما عليهما السلام، أي أنه محاضران شاهدان لا يغيبان. وهل الملائكة يموتون؟ الله أعلم. ولكن المقطوع به أنهم يموتون مع باقي الخلق. ونفخ بالصور، فصاعق من في السماوات ومن في الأرض، إلا من شاء الله، ثم نفخ فيه أخرى، فإذا هم قيام ينظرون. وهم من باقي الخلق، يموتون، كما كما يموت من تبلغه الصعقة. ودل على ذلك قول الله سبحانه وتعالى كل شيء هالك إلا وجهه. وهم من الشيء. ومن المسائل المتعلقة أيضا. بالملائكة عليهم السلام، هل من يتشكلون؟ يتشكلون بغير خلقتهم. الجواب أن الله سبحانه وتعالى قد أعطاهم القدرة على ذلك، وثبت ذلك. في الكتاب وفي السنه. واذكر في الكتاب مريم إذ انتبذت من أهلها مكانا شرقيا، فاتخذت من دونهم حجابا، فأرسلنا إليها روحنا فتمثل لها بشرا سويا. وكذلك. في قصة. لوط عليه السلام. حيث بدت لهم الملائكة في صورة. شبان. حسان الوجوه. إمتحان، واختبارا لقوم لوط. وهذا؟ من حكمة الله سبحانه وتعالى البالغة. وكذلك حديث المشهور حديث عمر بن الخطاب رضي الله عنه لما دخل. قال بينما نحن عند رسول الله اطلع علينا رجل شديد بياض الثياب. إذا، تشكل؟ على هيئه بشر. وكان يأتي على صورة دحية الكلب رضي الله عنه من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم. إذا، هذه بعض المسائل المتعلقة، وإلا فإن المسائل المتعلقة بالملائكة كثيرة. وهناك من أهل الأهواء، ومن أهل البدع، من لهم مقولات واعتقادات في الملائكة عليهم السلام، ولكن لسنا بمعرض ذكر، كل خلاف لأهل السنة في عقيدة أهل السنة والجماعة، بعض المسائل نعرج على الخلاف فيها. لأنه مشهور ومهم، وبعضها لا يلزم. نعم يا شيخ. قال الموزاني رحمه الله. ثم خلق آدم بيده، وأسكنه جنته. وقبل ذلك، للأرض خلقه. وأنا هو ونهاه عن شجرة قد نفذ قضأه عليه بأكلها، ثم ابتلاه بما نهاه عنه منها. ثم سلط عليه عدوه، ثم سلط عليه عدوه، فأغواه عليها، وجعل أكله لها إلى الأرض سببا، فما وجد إلى ترك أكلها سبيلا، ولا عنه لها مذهبا. نعم. إن مثل عيسى عند الله كمثل آدم، خلقه من تراب. ثم قال له كن فيكون. وفي كونه خلقه، أي عيسى. من غير أب كآدم؟ ما الأمر؟ آدم أكثر؟ وأغرب. لأن الله خلقه. من غير أب ولا أم. وهؤلاء يتخذون عيسى إلها. ويقرون بأن آدم بشر مخلوق. فكيف عيسى وقد ولد من جهة واحدة من البشر؟ وآدم ولد من غيري؟ جهة. ومع ذلك، يعبدون عيسى عليه السلام. فآدموا، بهذا المعنى، هو أولى. بالعبادة. ولذلك، هناك بعض. يعني. الدعوات في العصور المتأخرة، التي. تتكلم عن مسألة النشوء؟ اللي يسمونها نظرية دارونية، وكيف خلق الإنسان؟ وكيف تطور؟ وما هو أصل خلقته، والحقيقة أن متابعة مثل هذه الأشياء ويعني الكلام حولها والرد يعني هو. ويعتبر من العبث. أن يتكلموا في أصله خلقة البشر. ولكن لأن هؤلاء ملاحدة. فعندهم هذه التصورات مغلوطة، بخلاف تصورات أهل أهل الأديان، حتى الأديان السماوية المنسوخة. عندهم من التصورات، ومن الحق الشيء الكثير، بخلاف هؤلاء الملاحدة الذين لا ينتمون إلى. إلى دين. نعم. طيب. قصة آدم عليه السلام. ذكرها الله سبحانه وتعالى. قصة خلقه، وقصة. إخراجه من الجنة. وإحباطه إلى الأرض. ذكر الله سبحانه وتعالى في مواضع من القرآن الكريم. وقلنا يا آدم اسكن أنت وزوجك الجنة، وكلا منها رغدا حيث شئتما، ولا تقربا هذه الشجرة فتكون من الظالمين. فأزلهم الشيطان. فأزلهم الشيطان عنها، فأخرجهما مما كانا فيه. وقلنا اهبطوا بعضكم لبعض عدو. ولكم في الأرض مستقر ومتاع إلى حين، فتلقى آدم من ربه كلمات فتاب عليه إنه هو التواب الرحيم. وقد حصل اختيار هذه الآية لأن لها دلالات. ومسائل متعلقه متعلقه بها. من ذلك، أيها الإخوة؟ أولا. النهي عن القرب من المحظور. وهذه قاعدة. في حياة المسلم. لا يضع نفسه في موقف الخطر. ثم يلوم نفسه إذا وقع فيه. فلذلك إذا أمر الإنسان بأمر فليأتيه، وإذا نهي عن شيء فليبتعد عنه. الثاني. سد للذريعة وقطع للوسيلة. فالإنسان قدرة واختيارا للانقياد أو الإعراض. فإن الله سبحانه وتعالى. خلق آدم. وخلق الشجرة، وخلق إبليس، وحذره من أكل الشجرة، وحذره من طاعة إبليس، ولم. ولو لم يكن الله سبحانه وتعالى قد أعطاه حرية الفعل أو الترك، لما كان لهذا معنى. وهذا يعني من الأوجه التي يرد بها على في مسألة القدر، وسيأتي معنا إن شاء الله تعالى. الثالث نهاهما عن القرب من المحظور، وهي الشجرة، لما يترتب على ذلك من الظلم للنفس. بإرتكاب المخالفة والمعصية، فالإنسان إذا عمل المعصية هو لا يظلم ربه، بل يظلم نفسه، فإن الله سبحانه وتعالى كما هو غني عن طاعتك، فإنه لا يضره معصيتك. وفيه أن الشيطان عدو للإنسان. ولا بد أن يتخذ. الانسان الشيطان عدوا باستمرار. ولا يغفل عن هذا العدو، فإنه يجري من ابن آدم مجرى مجرى الدم. وأن الشيطان أيها الأخوة، يوسوس للإنسان. فهذه الخطرات التي تحصل للإنسان. قد تكون حديث نفس، وقد تكون وسوسة شيطان، وأيا كان، فليستعذ بالله من الشيطان الرجيم. ايضا، ايها الاخوة. أن الشيطان يزين للإنسان. ومن قرأ في الكتب التي اعتنت بتهذيب النفوس. ككتب ابن الجوز رحمه الله تعالى، وكتب ابن القيم رحمه الله تعالى. علم أن الشيطان يتدرج. في. إيقاع الإنسان في حبائل الكفر. فإنه لا يرصد له الكفر مباشرة، بل يحسن له ترك ال الطاعات. ويزهده في السنن والمندوبات، ثم يأتي به إلى ترك الواجبات، ثم يأتي به إلى فعل المكروهات، ثم يحسن له فعل المحرمات حتى يكفر بالله تعالى. وهذا؟ لا شك أيها الأخوة أنه يحتاج إلى سياسة للنفس. فإذا كان الله سبحانه وتعالى قد أعطى الإنسان القدرة على أن يقول لنفسه، ويمتنع. وأن يقدم على الخير. وأن يمتنع عن الشر، فإن هذا مدعاة لأن يراقب الإنسان نفسه. ان الشيطان لكم عدو فاتخذوه عدوا فاتخذوه عدوا. إن ما يدعو حزبه ليكونوا من أصحاب السعير. وقال الله سبحانه وتعالى وناداهما ربهما ألم أنهكما عن تلكما الشجرة؟ وأقول لكما إن الشيطان لكما عدو مبين. قالا ربنا ظلمنا أنفسنا، وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين. وهذا فيه عتاب من الله سبحانه وتعالى. للصالحين من عباده، فإن الصالح إذا أخطأ عوتب محبة، وليس، وليس بغض النظر. وفيه أيضا أيها الأخوة اعتراف أبينا آدم، وأمنا حوا بالذنب. فإن الإنسان إذا أراد التوبة. اول مراحل التوبه واول مراتبها الاقرار بالذنب. إذا لم يعترف الإنسان إنه مذنب لم يوفق للتوبة، بل يظن نفسه على خير، أو على هدى، أو على طاعة، أو على استقامة، عياذا بالله. المقصود أيها الإخوة أن الله سبحانه وتعالى. خلق. فسوى، وقدر فهدى. وأن الله سبحانه وتعالى خلق طرقا للخير. ودعا إليها. وخلق طرقا للشر. وحذر منها، فالإنسان عنده القدرة أن يفعل أو لا يفعل. والله سبحانه وتعالى يقول وهديناه النجدين أبانا الله سبحانه وتعالى للإنسان طريق الخير وأمره به وأبان له طريق الشر وحذره ونهاه عنه. قال الإمام هنا رحمه الله تعالى ثم خلق آدم بيده، وفيه إثبات لليد لله سبحانه وتعالى على حقيقتها من غير تشبيه ولا تعطيل. وأنها ليست بمعنى القدرة، كما تقول. الفرق التي خالفت أهل السنة والجماعة ممن ظلوا. وهنا مسألة متعلقة بهذا المبحث. وهي مسألة المحاجة بين موسى عليه السلام وبين أبينا أدم عليه السلام. وهنا إشكال متوهم في الحديث الوارد. وهو حديث أبي هريرة رضي الله عنه حديث متفق عليه، وروي من طرق كثيرة من ست طرق. قال النبي صلى الله عليه وسلم احتج. روايه حجه وفي روايه حاجه. وفي روايه التقى ادم وموسى. فقال له موسى أنت آدم؟ أبونا خيبتنا وأخرجتنا من الجنة. فقال أدم عليه السلام أنت موسى الذي أعطاه الله علم كل شيء. واصطفاك الله برسالاته وبكلامه، وأنزل عليك التوراة؟ قال نعم، قال قال فوجدتها كتب علي قبل أن يخلقني. وخط لك بيده. ثم تلومني على أمر قد كتبه الله علي، قبل أن يخلقني. أو قدره. قبل أن يخلقني ب40 سنة؟ فقال النبي صلى الله عليه وسلم فأحج، فحج آدم موسى مرتين أو ثلاثا. وهنا. يقال. يجوز الاحتجاج. بالقدر. وأجاز احتجاجه بالقدر. بعض من خالف أهل السنة، أهل السنة والجماعة. كالمعتزلة، والقدري القدرية. المعتزلي، المعتزلة، القدرية، والجبرية الجهمية. ومن نحا نحوهم. وهم يرفعون بذلك المنامة على الإنسان. يرفعون الملامة عن الإنسان الذي يقترف المعاصي، فهم يحتجون بالقدر على المعصية. ولكن إجماع أهل السنة والجماعة. منعقد. على جوازي لوم العاصي، إذا لم يتب. على جواز لوم العاصي إذا لم يتب. لو كان الاحتجاج بالقدر على فعل المعاصي سائغا مقبولا، لما كان هناك حاجة لإرسال الرسل. لم؟ لأن الرسل إنما أرسلوا لإقامة الحجة على الناس، رسلا مبشرين ومنذرين، لئلا يكون للناس على الله حجة بعد الرسل. وايضا ايها الاخوه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم امر اصحابه بالعمل. ونهاهم عن تركه اتكالا على ما سبق. به الكتاب. ودليل ذلك حديث علي بن أبي طالب رضي الله عنه في الصحيحين قال ما منكم من أحد إلا وقد كتب ما قعده من النار. ومقعده من الجنة. قالوا يا رسول الله، أفلا نتكل على كتابنا وندع العمل؟ قال اعملوا، فكل ميسر لما خلق له. أما من كان من أهل السعادة فيسر لعمل أهل السعادة، وأما من كان من أهل الشقاء فييسر لعمل أهل الشقاوة إذن. لا يجوز الاحتجاج. بالقدر. على المعاصي. لكن متى يحتج؟ يحتج به عند المصائب؟ Either، أصيب الإنسان بمصيبة، فهنا يقول قدر الله علي ذلك. لما؟ لأن المصيبة حتف أنف. أما العمل عمل المعاصي، فهو بإرادة وبقدرة، وبمباشرة من العاصي، بخلاف المصائب التي يقدرها الله سبحانه وتعالى على الناس، ولذلك يقال في هذا أن هذا الاحتجاج على آدم عليه السلام، والجواب على موسى عليه السلام. أن أدم لم يحتج بالمعصية. لأن أدم تاب من هذه المعصية، وقبل الله تعالى توبته، إنما احتج بهذه المصيبة. عليه السلام، إحتج بهذه المصيبة التي وقعت عليه، أن أخرج ذريته من الجنة. واضح. احتجاج. موسى على آدم ليس له وجه، وجوابه آدم على موسى، له وجه، لكن أهل الأهواء يوجهون الأحاديث وفق ما يعتقدون، لذلك هنا قاعدة. أهل السنة السنة. يستدلون. ثم يعتقدون. ينظرون في الكتاب وفي السنه. ثم يعتقدون ما ورد فيهما. وأهل الأهواء يعتقدون، ثم يستدلون العقيدة موجودة، والشبهة موجودة في الأذهان، ولكنهم يبحثون عما يوافق هواهم. من القرآن والسنة. ولذلك. ما من أحد. من أهل الباطل إلا ويستدل لباطل، يستدل لباطله من الكتاب والسنة. القرآن فيه محكم وفيه متشابه، وأمرنا أن نرد المتشابه إلى. إلى المحكم، هؤلاء يعمدون إلى المتشابه، ويتركون ويتركون المحكم. فهذا فرق في الاستدلال بين أهل السنة والجماعة، وبين غيرهم من الفرق التي خالفت في العقائد. وكذلك حتى في الفروع، هناك من يعني يوجه الأدلة، ولا يخفاكم هذا المسلك يوجه الأدلة. تلقاء قول إمام المذهب يعني يعسف النصوص ليوافق القول الذي قال به إمام المذهب مع إن إمام المذهب يقول إذا خالف كلامي كتاب الله، وسنة النبي صلى الله عليه وسلم فاضربوا به عرض الحائط، هذي قالها مالك؟ وقالها الشافعي. وغيرهم. ولكن أتباعهم من العصبية يعني قد يدعون حتى النسخ. في. القرآن، وفي السنة، من أجل أن لا يخالف. قول إمامه؟ نعم. الموزانير رحمه الله، معذرة يا شيخ هنا. في كلام جميل لإمام بن قدامة رحمه الله تعالى. أقرأه عليكم وهو في اللمعة، قال ولا نجعل قضاء الله وقدره وقدره حجة لنا في ترك أوامره، واجتناب نواهيه. بل يجب أن نؤمن ونعلم أن لله علينا الحجة بإنزال الكتب، وبعث للرسل، قال الله تعالى لئلا يكون للناس على الله حجة بعد الرسل. هذه من المسائل الحقيقة، يعني مسألة آدم وموسى عليه السلام من المسائل التي ذكرها العلماء، يعني كثيرا في كتب الاعتقاد لأنها مدخل من مداخل أهل البدع ومن تلبيساتهم على. على أهل السنة، على عوام أهل السنة والجماعة. يعني هنا نصوص كثيرة حقيقة ومن أجملها كذلك، يعني أنا أحيل عليه تطلعون عليه. كلام ابن أبي العز رحمه الله تعالى في شرح الطحاوية كلام جميل، وذكر التأويلات الباردة. والسامجة في. آ يعني في تأويلات هذا الحديث عند أهل الأهواء وأهل البدع. يعني نتركه لأجل أه عدم الإستطراد أكثر؟ من اللازم. نعم يا شيخ. قال رحمه الله ثم خلق للجنة من ذريته أهلا. فهم بآمالها، بمشيئته، عاملون، وبقدرته ب. وبإرادته ينفذون. نعم، وخلق من ذريته للنار أهلا، فخلق لهم أعين ا لا يبصرون بها، وآذانا لا يسمعون بها، وقلوبا لا يفقهون بها، فهم بذلك عن الهدى محجوبون، وبأمال أهل النار يسابق قدره بسابق قدره يعملون. أولا. الجنة هي الدار التي أعدها الله سبحانه وتعالى لأوليائه. وأهل طاعته، وفيها من ال. النعيم المقيم ما لا عين رأت، ولا أذن سمعت، ولا خطر على قلب بشر. والله سبحانه وتعالى يزينها ويحسنها لعباده. حتى يدخلها. وكل ما في الجنة، كل ما في الدنيا من النعيم. ليس في الآخرة منه إلا الأسماء. فإن النعيم الذي في الآخرة. لا يوصف الا على وجه التقريب. قال الله سبحانه وتعالى وعد الله المؤمنين والمؤمنات جنات تجري من تحتها الأنهار. خالدين فيها، ومساكن طيبة في جنات عدن ورضوان من الله. ورضوان من الله أكبر ذلك الفوز العظيم، وقال الله سبحانه وتعالى ومن يطع الله ورسوله يدخله جنات تجري من تحتها الأنهار خالدين فيها وذلك الفوز العظيم. وفي الحديث القدسي من حديث أبي هريرة رضي الله عنه، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربه عز وجل أعددت لعبادي الصالحين ما لا عين الرأت، ولا أذن سمعت، ولا خطر على قلب بشر، فاقرؤوا إن شئتم، فلا تعلموا نفس ما أخفي لهم من قرو قرة أعيون. وقال أبو هريرة رضي الله عنه أيضا فلا تعلموا نفس ما أخفي لهم، اقرأوا إن شئت إن شئتم. ثم قال. نعم. والنار. أيها الإخوة هي الدار التي أعدها الله للكافرين. والمكذبين والمتمردين، والعصاه من الموحدين. وفيها الخسران والبوار، نسأل الله العافية والسلامة. يقول الله سبحانه وتعالى ربنا إنك من تدخل النار. فقد أخزيته وما للظالمين من أنصار. والله سبحانه وتعالى يقول ألم يعلموا أنه من يحدد لها؟ نعم يقول الله سبحانه وتعالى من يحدد الله ورسوله فأن له نار جهنم خالدا فيها ذلك الخزي، ذلك الخزي العظيم. والآيات في هذا كثيرة، التي تبين عن. سوقي. هذه النار التي أعدها الله سبحانه وتعالى لمن عصاه. وما فيها من النكال، وما فيها من العذاب. والسنة مليئة بأوصاف هذه النار، والعذاب الذي يقع فيها على الكفار، أو على عصاة. على الموحدين. والجنة والنار مخلوقتان الآن. لا تفنيان أبدا، ولا تبيدان. والله سبحانه وتعالى خلق الجنة، والنار قبل خلق الخلق. وخلق لها أهلا. فمن شاء منهم إلى الجنة فضلا، ومن شاء منهم إلى النار عدلا، والله سبحانه وتعالى يقدر على عباده ما يشاء. والدليل على وجود الجنة. في قول الله سبحانه وتعالى أعدت للمتقين، أي أنها موجودة. وقول الله تعالى أ. ع دة الذين آمنوا بالله ورسوله ورسله. وقول الله جل وعلا. عن النار، أعدت للكافرين. وقوله تعالى إن جهنم كانت مرصادا للطاغين مآبا. وقد رأى النبي صلى الله عليه وسلم سدرة المنتهى. ورأى عندها جنة المأوى، وهذا في حديث أنس. في قصة الإسراء قال وفي آخره، ثم انطلق ب جبريل، حتى نأتي سدرة المنتهى. فغشيها ألوان. لا أدري ما هي. قال ثم أدخلت الجنة، فإذا فيها جنابذ اللؤلؤ، وإذا ت ترابها المسك. والحديث في الصحيحين. وأيضا في الصحيحين من حديث عبد الله ابن عمر. أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إن أحدكم إذا مات عرض عليه مقعده بالغداة والعشي. إن كان من أهل الجنة فمن أهل الجنة، وإن كان من أهل النار فمن أهل النار، يقال هذا مقعدك حتى يبعثك الله يوم القيامة. ونظائره في السنة كثيرة. وقوله. هذه العبارة ترددت في كتب اعتقاد أهل السنة والجماعة. وكتب أهل السنة والجماعة أيها الإخوة، يعني من اطلع على مجملها يجدها متشابهة في المسائل، ومتشابهة في الأحكام، ومتشابهة في الأصول والقواعد، قد تختلف في طريقة التصنيف أو في بعض الألفاظ، ولكن مؤدى جميع هذه العقائد من المتقدمين والمتأخرين. والمحررين للعقائد، فشيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله تعالى وتلاميذه، والمتأخرين في هذه الأزمان تجد هذه المسائل كلها مسائل واحدة لا اختلاف بينها، لأن الأصل الذي يستمدون منه هو أصل واحد ثابت، وهو كتاب الله تعالى وسنة نبيه صلى الله عليه وسلم، ومن ذلك قولهم لا تفنيان أبدا، ولا تبيدان، وهذا هو قول الجمهور من الخلف، والسلف. ولكن قال قله حكي عنهم ألفاظ لا تعتبر خلافا. ببقاء الجنة وفناء النار، نقل عن بعض العلماء بعض الالفاظ، ولكن عند التحرير انت تنظر الى ما استقر عليه اعتقاد أهل السنة والجماعة، وإلا فإن بعض العبارات قد يعني تقال في سياق معين أو في حدث معين، أو بحكم على بعض الأحاديث. التي وردت، فيضعفها بعض الأئمة، فينسب إليه مثلا القول ب. في بقاء الجنة وفناء وفناء النار، لكن المعتمد عند أئمة السلف والمتقدمين والمتأخرين عدم ااا القول بفناء الجنة والنار. وأهل الأهواء من المعتزلة والقدرية، الذين قالوا بفناء الجنة والنار استدلوا بأدلة في غير موضعها. كقوله سبحانه وتعالى كل شيء هالك إلا وجهه. واستعملوا طبعا هذا القياس. في الغيبيات. ومعلوم أن القياس لا يجري في الغيبيات، فالقيبيات لا يكون فيها إلا التسليم. المسألة هذه أيها الأخوة، مسألة الجنة والنار هي متعلقة أيضا بالقدر. ومتعلقة بالتزام الأوامر، واجتناب النواهي. ومتعلقة. باختيار الإنسان وقدرته ومشيئته. والحديث الذي سقناه في المسألة الثانية. في القدر. اللي هو حديث عبد الله ابن مسعود رضي الله عنه إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه 40 يوما. نطفة. إلى آخره. هذا. فيه التصريح بإثبات القدر. وأن التوبة تهدم الذنوب قبلها. وأن من مات على شيء حكم له به من خير. ومن شر. إلا إن أصحاب المعاصي غير الكفر، تحت المشية. فإنهم تحت مشيئة الله سبحانه وتعالى إنشاء غفر لهم ابتداء. وإن شاء عذبهم بقدر ذنوبهم، ثم. بقدر ذنوبهم حتى. يستوفي منهم. ومنهم من يعذبه الله سبحانه وتعالى، ثم يشفع فيه، فيخرجون. شفاعة. والمحصل أن. من كان على التوحيد يخرج إلى. إلى الجنة، ولو مسته النار. وحديث علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال ما منكم من أحد. ما من نفس منفوسه الا كتب مكانها من الجنه والنار. وإلا، قد كتب. شقية أو سعيدا؟ أو سعيدة؟ فقال رجل يا رسول الله، أفلا نتكل على كتابنا وندع العمل؟ فمن كان من أهل السعادة، فيصير إلى عمل أهل السعادة. وأما من كان من أهل الشقاوة، فيصير إلى عمل أهل الشقاوة. قال أما أهل السعادة فيسرون لعمل السعادة، وأما أهل الشقاوة فيسرون لعملي الشقاوة، ثم قرأ تعا قوله تعالى فأما من أعطى واتقى. وصدق بالحسنى. وهذا، ايها الاخوه. فيه. دلالة ظاهرة لمذهب أهل السنة والجماعة على إثبات القدر. وأن جميع ما يقع من خير ومن شر، ومن طاعة، ومن معصية، ومن إيمان ومن كفر، أنه واقع بقضاء من الله عز وجل، وبقدر سابق. ولا يعترض على الله سبحانه وتعالى، لا يسأل عما يفعل، وهم يسالون، والله سبحانه وتعالى. عدل في كل أفعاله، وفي كل قدره مع عباده. ما للعباد عليه حق واجب. كلا، ولا سعي، لديه ضائع. إن عذبوا، فبعدله أو نعموا فبفضله، وهو الكريم الواسع، فالله سبحانه وتعالى. إنهم مستحقون للعبادة. مستحقون ال مستحقون للعي مستحقون للعذاب. مستحقون للعذاب. وهنا مسألة متعلقة أيها الأخوة، ونختم بها إن شاء الله. أن الجنة ليست ثمنا. أن الجنة ليست ثمنا للعمل. فإن النبي صلى الله عليه وسلم قال لن يدخل أحد منكم الج عمل، لن يدخل أحد منكم. لن يدخل احدا منكم عمله الجنه. قالوا ولا أنت يا رسول الله؟ قال ولا أنا إلا أن يتغمدني الله. منه بفضل ورحمه الله. لكن قال بعض المخالفين أن هذا يعارض قول الله سبحانه وتعالى فلا تعلموا نفس ما أخفي لهم من قرة أعين جزاء بما كانوا يعملون. وقوله تعالى. أنتيلكم الجنة، أورثتموها بما كنتم بما كنتم تعملون. والحقيقة أنه لا تعارض بين هذه الآيات وبين قول النبي صلى الله عليه وسلم. فإن الآيات تدل على أن الأعمال سبب. لدخول الجنة. العمل هو سبب، لكنه ليس عوض. وهذا مثله، أي أيها الإخوة. كمثل رجل؟ عرض. سلعه بألف. فجاءه من يشتريها ب100. فأعطاه إياها. هل ال100 سبب للحصول على السلعة أو ثمن لها؟ ها؟ هو سبب. هو سبب فقط، وإلا فإنه بقي عليه من الاستحقاق 900، وهكذا عمل الناس، فإنهم يعملون قليلا ويجازيهم الله كثيرا، فدخولهم، الله جل وعلا رضي من الخلق بذل السبب. وهو العمل الصالح، واجتناب المعاصي، ولكنه أكرمهم بالمثوبة، وهو القبول، ودخول الجنة، إذا الفرق بين الباء باء السبب. وباء الثمن والعوض. لكن طبعا المخالفين كالجبرية والقدرية، لا شك أنهم يتلكئون في هذه. في هذه المسألة، لأنها هي مسألتهم التي يدندنون حولها، أيها الإخوة، ينتهي هذا المجلس. في الساعة 6:00. ونلتقي إن شاء الله في المجلس الرابع على خير، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.




