Korban diketahui bernama Bapak Ari Yusman, berusia 55 tahun, yang merupakan warga Jorong Bumbuang, Kenagarian Situjuah Batur, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Identitas korban berhasil diketahui setelah dilakukan pengecekan oleh pihak berwenang di lokasi kejadian. Warga setempat mengenali korban sebagai bagian dari komunitas sekitar yang kerap beraktivitas di wilayah tersebut.
Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh warga yang melihat tubuh korban mengapung di aliran sungai. Dalam suasana siang hari yang cukup ramai, warga segera menginformasikan temuan tersebut kepada aparat nagari dan kepolisian. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan cepat oleh pihak kepolisian setempat.
Kapolres Payakumbuh, Bapak AKBP Ricky Ricardo, melalui Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, Bapak Iptu Andrio Surya Putra Siregar, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Dalam keterangannya kepada media pada Minggu siang di lokasi kejadian, ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara. Ia menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara cepat untuk memastikan situasi tetap kondusif.
“Benar, kami menerima laporan adanya penemuan mayat yang diduga merupakan korban hanyut di aliran Sungai Batang Agam. Tim dari Unit Identifikasi bersama personel Sabhara langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan situasi di sekitar lokasi,” ujar Bapak Andrio dalam suasana peninjauan lokasi kejadian.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas gabungan. Dalam proses evakuasi yang berlangsung pada siang hingga sore hari, petugas memastikan prosedur berjalan sesuai standar. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Payakumbuh untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan oleh tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, ditemukan luka pada bagian siku kiri yang diduga akibat gigitan hewan liar. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa luka tersebut kemungkinan disebabkan oleh hewan seperti biawak yang berada di sekitar aliran sungai.
“Dari hasil visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Luka pada bagian siku kiri diduga akibat dimakan hewan, kemungkinan biawak,” jelas Bapak Andrio dalam suasana penyampaian hasil pemeriksaan awal kepada media.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk kemungkinan korban hanyut sebelum ditemukan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan selesai. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.
Sumber: Info Sumbar



